Identitas Yes, Politisasi Identitas No

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Jumat, 24 Maret 2023 | 14:01 WIB
Kerusuhan di Tahrir Square Cairo Mesir
Kerusuhan di Tahrir Square Cairo Mesir

Proklamator Kemerdekaan Presiden Soekarno menggagas Filsafat Trisakti yaitu berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya. Aksara Indonesia nantinya akan mewujudkan kepribadian kita dalam budaya.

Identitas suatu bangsa adalah suatu keniscayaan yang harus diakui. Identitas tersebut tidak dapat dihapuskan dengan identitas lain seperti keyakinan agama atau alasan kebebasan berekspresi.

Bangsa Indonesia perlu belajar dari berbagai kasus di Timur Tengah dan Negara Barat. Politisasi identitas agama di Timur Tengah telah menghancurkan Suriah, Libya, Irak dan banyak negara lainnya.

Banyak pemuda menanggalkan identitas kewarganegaraannya bergabung dengan organisasi teroris transnasional seperti ISIS. Mereka kehilangan kewarganegaraan, dan berpetualang melancarkan aksi-aksi teror di Afrika hingga Afghanistan.

Sementara di Negara Barat seperti negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, elemen-elemen Kiri-Baru berusaha menghapus identitas. Hasilnya, muncul kelompok-kelompok LGBTQ yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan menyebar bagai virus ke berbagai negeri.

Penguatan identitas sebagai bangsa pejuang yang berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) adalah keharusan. Sedangkan politisasi identitas baik itu atas nama suku atau agama, hanya akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Pastinya harus kita jauhi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X