"Juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa," ungkapnya.
Lantas, bagaimana penjelasan Nanik setelah dirinya mengaku mengalami stres berat selama dirinya menjadi Kepala BGN? Begini ceritanya.
Urus Anggaran Jumbo, Bikin Takut Sendiri
Dalam penuturannya, Nanik mengaku tekanan terbesar berasal dari tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
Terkhusus, kekhawatiran agar seluruh penggunaan anggaran sesuai aturan, membuatnya sangat berhati-hati saat mengambil keputusan.
Nanik lantas menuturkan, setiap dokumen penting tidak pernah ditandatangani sendiri.
Baca Juga: Cegah Penyimpangan, Presiden Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Ikut Awasi Dapur MBG
Eks Kepala BGN itu mengaku selalu meminta dua wakil kepala ikut memberikan paraf setelah melalui pemeriksaan dan pendampingan.
"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf," ujar Nanik.***
"Kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tandasnya.***
Artikel Terkait
Tersangka Kasus Korupsi MBG Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Begini Tanggapan Kejagung
Menkeu Purbaya soal Perbaikan MBG: BGN Diobrak-abrik, Ada Penghematan Besar-besaran
Cegah Penyimpangan, Presiden Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Ikut Awasi Dapur MBG
Zulkifli Hasan Kaji Persoalan Program MBG Selama Sebulan, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Titik Dapur SPPG
Debat Publik Bakom RI vs BEM UI, Argumen Qodari soal Manfaat Program MBG bagi Dunia Pendidikan