Kepala BGN Ungkap Bakal Setop Distribusi MBG ke Sekolah Elite

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:55 WIB
Kepala BGN baru, Nanik S Deyang ungkap bakal setop MBG untuk sekolag elite (Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional)
Kepala BGN baru, Nanik S Deyang ungkap bakal setop MBG untuk sekolag elite (Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional)

SENAYANPOST - Rencana kebijakan anyar dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah, menjadi sorotan publik.

Dalam unggahan Instagram @nowdots, Kepala BGN pengganti Dadan Hindayana itu dilaporkan akan menghentikan distribusi MBG ke sejumlah sekolah elite.

"Penyaluran MBG akan disetop ke sekolah-sekolah, yang berasal dari kalangan mampu," tulis postingan

"(Sekolah elite) dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik, sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan," sambungnya.

Baca Juga: Di Balik Skandal Korupsi BGN, Ada Bukti Chat Sony Sonjaya dengan Tokoh Besar Soal Izin SPPG

Hal tersebut, sontak menyita perhatian sebagian kalangan yang menilai adanya ketimpangan distribusi di lapangan.

Terlebih, rencana tersebut disuarakan Nanik di tengah kasus keracunan MBG yang masih membayangi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sebelumnya, Kepala BGN telah mengonfirmasi pihaknya akan menyetop penyaluran MBG ke siswa yang bersekolah di kalangan orang kaya.

Sementara itu, Nanik menuturkan skema tersebut merupakan bagian dari rencana refocusing penerima manfaat hingga anggaran program MBG.

"Maksudnya yang mampu, yang 'kaya' nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik singkat di Istana Negara, Jakarta.

Dalam kesempatan berbeda, Nanik sempat menjelaskan BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG.

Menurut Nanik, ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program MBG.

"Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu?" ujar Nanik usai dilantik jadi Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta.

"Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," bebernya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X