SENAYANPOST - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Sukabumi, Jawa Barat, sempat viral di media sosial.
Pasalnya adanya temuan ulat, dalam penyajian makanan melalui ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kini, SPPG itu pun menuai sorotan tajam setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang melakukan inspeksi mendadak (sidak).
"Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral," kata Nanik dalam unggahan Instagram resminya @nanik_deyang.
Baca Juga: Ditegur Tidak Mempan, Viral Guru Ungkap Cara Jitu Kepala Sekolah agar SPPG Perbaiki Kualitas MBG
Nanik menyebut, dari kejauhan, SPPG di Sukabumi tersebut terlihat besar dan megah.
Namun, Wakil BGN ini menilai rumah yang disulap menjadi SPPG ini alur kerjanya amburadul.
"(Hal itu) karena sang mitra penyedia tempat sepertinya tidak mau keluar kocek banyak, untuk merehab menjadi dapur sesuai dengan juknis BGN," beber Nanik.
Dalam sidak itu, Nanik menuturkan, tak hanya rumah yang hanya ditambal sulam sedikit kemudian dicat biru seperti warna BGN, namun lantainya pun turun-naik.
"Kalau dulu di awal mulai program MBG, SPPG yang operasional pertama Januari 2026, pasti tidak lolos," ungkapnya.
"Soalnya ketentuan awal dulu harus bangunan baru dan tidak ada lantai turun naik," sambung Nanik.
Nanik bercerita, saat dirinya masuk ke SPPG tersebut justru merasa kebingungan saat menuju ruang penyajian makanan.
"Bahkan saya sempat kejangkang (terjatuh) saking licinnya lantai karena kurang dibersihkan dari bekas minyak," keluhnya.
Pada kesempatan yang sama, Nanik mengaku terkejut, saat melihat para pegawai SPPG tersebut sudah mulai memasak meski waktu belum sampai pukul 01.00 WIB dinihari.
Artikel Terkait
Viral Mobil SPPG Sepatnunggal Tasikmalaya Terciduk Buang Sampah Sembarangan
Buntut Ratusan Murid Keracunan di Kepri, Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional SPPG Air Asuk
Viral 'Daging Karet' di Program MBG Lampung Barat: Guru Mengeluh Daging Terlalu Alot untuk Dimakan
Dirjen Pas Rekrut Warga Binaan hingga Sewa Lahan demi Kelola Dapur MBG di Lapas atau Rutan
Dugaan Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur: 252 Siswa Jadi Korban, Dinkes DKI Uji Lab Pangsit Isi Tahu