"Kasihan, anak yatim, korbannya memang kebanyakan orang tidak mampu," tambahnya.
Merujuk pada pengakuan korban, Ali menjelaskan, perbuatan Ashari diduga sudah dilakoni sejak 2022 lalu.
Ali menduga, Ashari terpaksa menghilang pada 2024 lantaran muncul pelaporan di kalangan warga.
Di sisi lain, Ali menyebut hal itu tak menutup kemungkinan Ashari sudah menjadi predator anak sejak puluhan tahun lalu.
"Korbannya para santriwati, kebanyakan pelajar MTs. Tiga tahun berturut-turut, gonta-ganti semaunya," ungkapnya.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, kediaman Ashari yang berada di satu kompleks dengan pondok putri (santriwati) sempat digeruduk oleh warga setempat.
Kala itu, ratusan orang yang dikomandoi oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggelar aksi unjuk rasa.
Dalam video yang beredar, terlihat massa yang bercampur dengan warga sekitar menyoraki Ashari saat digiring oleh polisi.
Terlihat pula, sebagian dari massa juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Sang Predator" hingga "Perempuan bukan objek seksual".***
Artikel Terkait
Tembok Asrama Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah di Bireuen Aceh Ambruk, Diduga Jebol Gegara Banjir Bandang
Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Gus Yahya Sebut Siap untuk Islah Demi PBNU
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
DPR Desak Polri Libatkan Interpol usai Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
LPSK Setujui Perlindungan bagi Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Syekh Ahmad Al Misry