Di Balik Kasus Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Ada Santriwati yang Tuntut Keadilan usai 4 Tahun Bungkam

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Rabu, 6 Mei 2026 | 09:05 WIB
Kasus dugaan pelecehan yang dialami 50 korban anak di bawah umur pada Ponpes Ndholo Kusumo, Pati (Instagram.com / @patisakpore - @pandawaragroup)
Kasus dugaan pelecehan yang dialami 50 korban anak di bawah umur pada Ponpes Ndholo Kusumo, Pati (Instagram.com / @patisakpore - @pandawaragroup)

"Kasihan, anak yatim, korbannya memang kebanyakan orang tidak mampu," tambahnya.

Merujuk pada pengakuan korban, Ali menjelaskan, perbuatan Ashari diduga sudah dilakoni sejak 2022 lalu.

Ali menduga, Ashari terpaksa menghilang pada 2024 lantaran muncul pelaporan di kalangan warga.

Di sisi lain, Ali menyebut hal itu tak menutup kemungkinan Ashari sudah menjadi predator anak sejak puluhan tahun lalu.

"Korbannya para santriwati, kebanyakan pelajar MTs. Tiga tahun berturut-turut, gonta-ganti semaunya," ungkapnya.

Pada Sabtu, 2 Mei 2026, kediaman Ashari yang berada di satu kompleks dengan pondok putri (santriwati) sempat digeruduk oleh warga setempat.

Kala itu, ratusan orang yang dikomandoi oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam video yang beredar, terlihat massa yang bercampur dengan warga sekitar menyoraki Ashari saat digiring oleh polisi.

Terlihat pula, sebagian dari massa juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Sang Predator" hingga "Perempuan bukan objek seksual".***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X