"Kita sudah pastikan bersama KNKT keselamatan pemakaian jalur ini untuk pemakaian kereta-kereta jarak jauh, walaupun kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 km per jam di stasiun ini," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa KAI mendukung penuh proses investigasi KNKT yang akan mengungkap penyebab kecelakaan serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Selain penanganan jalur, Kementerian Perhubungan juga melakukan audit investigasi terhadap perusahaan taksi yang terlibat dalam insiden, yakni Green SM. Dudy mengatakan audit dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek operasional, teknis, hingga sumber daya manusia.
"Kami ingin memastikan betul, bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik, apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan khususnya, dan juga kaidah-kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum,” ungkap Dudy.
"Yang perlu kami sampaikan bahwa kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan, apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius," tegasnya. *
Artikel Terkait
Selain Kecelakaan di Bekasi Timur, Ini 5 Insiden yang Libatkan Taksi Listrik Green SM
Adik Salah Satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ungkap sang Kakak Baru Mulai Kerja Usai Cuti Lahiran
Kesaksian Penumpang KRL Bekasi Timur: Cooler Bag ASI Lindungi Korban dari Benturan Material Kereta
Cerita Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur: Saat Balik Badan Keretanya Terhantam KA Argo Bromo
Karyawan Alice Norin Jadi Penumpang di KRL yang Terlibat Tabrakan di Bekasi Timur