“Tujuan Sekolah Rakyat ini sangat mulia. Negara hadir untuk masyarakat yang tidak mampu melalui bantuan jangka panjang. Anak-anak yang tadinya tidak punya peluang, kini memiliki kesempatan untuk sekolah seperti pada umumnya,” ujarnya.
Namun, proses tersebut bukan tanpa tantangan. Banyak siswa datang dari latar belakang kehidupan yang keras—terbiasa bekerja membantu orang tua hingga memiliki pola hidup yang belum teratur. Karena itu, pembinaan kedisiplinan melalui kehidupan berasrama menjadi kunci.
“Tidak hanya guru, ada juga wali asuh dan wali asrama yang mendampingi. Mereka hadir sebagai pengganti orang tua,” tambahnya.
Peran ini dijalankan salah satunya oleh wali asuh Arya Endang Purnama. Ia menekankan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendampingan sehari-hari.
“Melalui mentoring, kami mengajarkan etika, perilaku, dan pembiasaan hidup, terutama dalam kehidupan berasrama dan berteman,” jelasnya.
Baca Juga: Perkuat Rasa Saling Peduli, YKPI Gelar Temu Survivors Kanker Payudara di Kraton Majapahit Jakarta
Arya mengingat satu momen yang membekas, ketika seorang siswa mempertanyakan masa depannya.
“Ini pertama kalinya saya bertemu anak yang bertanya, ‘Emang saya boleh punya mimpi ya, Pak?’” ujarnya.
Menurutnya, perubahan terbesar yang terjadi bukan hanya pada prestasi, tetapi pada keberanian siswa untuk bermimpi dan tampil percaya diri.
“Saya berharap program Sekolah Rakyat ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia. *
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Beri Kesan Mendalam untuk Guru: Jadi Motivasi Perjuangkan Pendidikan
Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis untuk Siswa Miskin hingga 2029, Bisa Tampung 500.000 Anak
Tangis Tak Terbendung saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Gratis untuk Anak Miskin: Ini Patut Dikenang
Dari Jalanan ke Ruang Kelas: Kisah Haru Fikri Temukan Harapan Baru di Sekolah Rakyat Sumedang
Tak Lagi Kubur Impian, Syifa Syafitri Manfaatkan Fasilitas Sekolah Rakyat demi Cita-Cita Pertambangan