SENAYANPOST - Beredar di media sosial video tentang seorang pria yang beradu mulut dengan juru parkir (jukir) di Jalan Genteng Besar, Surabaya. Video viral tersebut diunggah oleh akun Instagram @maulanaa.md pada Jumat, (17/4/26).
Terlihat dalam video, pengunggah sedang berhenti di area gerai UMKM dan dimintai parkir oleh seorang pria.
“Pemerintahnya tegas, warganya juga harus berani,” tulisnya dalam keterangan video tersebut.
Pengunggah video dan jukir sempat bersitegang saat dimintai uang Rp2.000 dengan alasan parkir. Saat ditagih QRIS parkir, pria berbaju batik itu mengatakan untuk digabung dengan sempol karena uang parkir dibagi dengan penjual sempol tersebut.
Baca Juga: Perkuat Rasa Saling Peduli, YKPI Gelar Temu Survivors Kanker Payudara di Kraton Majapahit Jakarta
Meminta QRIS oleh pengunggah video karena aturan parkir digital yang kini diterapkan di Surabaya.
“Ini QRIS Rp2.000 sama aja, QRIS sempol sama aja, saya bagi ke sempol,” ucap jukir tersebut saat ditanya QRIS dari Dinas Perhubungan.
Saat ditanya kepemilikan QRIS untuk parkir resmi, jukir mengatakan bahwa miliknya sudah diambil.
“Loh, QRIS itu diberikan pada petugas parkir, Pak. Petugas parkir pakai rompi, pakai QRIS,” kata pengunggah video.
“Saya warga Surabaya, saya ikut aturan Surabaya, Pak. Tulisannya lho parkir digitalisasi,” sambungnya.
Pengunggah video kemudian menunjukkan plang aturan mengenai parkir di lokasi tersebut yang berbunyi, “Kawasan Parkir Digital, pembayaran dengan kartu uang elektronik (E-money dan QRIS).”
“Ini sepanjang Jalan Tunjungan, nggak ada QRIS ya nggak bayar, nggak pakai rompi juga. Ikut aturan Pak Wali Kota,” tukasnya.
Aturan Parkir Digital di Surabaya
Artikel Terkait
Di Atas Lahan Kompas Group, Berdiri Kafe Eksotik di Tengah Surabaya
CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya, Event Seru Menyelami Dunia Content Creator
Perlawanan Rakyat Miskin Kota Surabaya
Bocoran dari AHY soal Nasib Proyek Whoosh Rute Surabaya di Tengah Isu Utang yang Memanas
Dukung Program 3 Juta Rumah, PT KAI Bangun 5.484 Rusun TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya