SENAYANPOST - Beredar video insiden ledakan keras yang diduga berasal dari area Lapangan Padel di Kampung Cikeas Parung, Gunung Putri, Bogor.
Dalam unggahan Instagram @citizenjournalist86, pada hari yang sama, dilaporkan dentuman misterius itu hingga membuat area di sekitarnya porak poranda.
"Ledakan merusak parah area kafe padel, bahkan dampaknya sampai ke SDN Ciangsana 03," demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Terlihat dalam video yang beredar, tembok dan pagar sekolah ambruk akibat kuatnya ledakan.
Selain itu, sejumlah kaca jendela sekolah dilaporkan pecah di lokasi kejadian.
Dalam kasus ini, pihak kepolisian dilaporkan telah terjun ke lapangan untuk menyelidiki insiden ledakan yang terjadi di sebuah lapangan padel di wilayah Gunung Putri tersebut.
Menurut Kompol Aulia Rpbby Kartika Putra, Kapolsek Gunung Putri menuturkan pihaknya masih menyelidiki peristiwa itu.
Robby mengatakan, dari penyelidikan sementara, diduga peristiwa itu disebabkan ledakan gas.
Kendati demikian, hal tersebut masih diselidiki lebih lanjut.
"Dugaan sementara penyebabnya ledakan gas, tapi kami masih menunggu konfirmasi dari tim Inafis," ucap Robby.
Lebih lanjut, Robby menyebut saat ini lokasi telah dipasang garis polisi dalam rangka proses penyelidikan.
"Karena lokasi untuk sementara harus status quo, jadi harus kami police line," tandasnya.
Atas insiden ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka di area sekolah yang rusak, karena kejadian berlangsung sebelum jam belajar dimulai.
Artikel Terkait
Warga Rekam Longsor Kembali Terjadi di Solok, Ledakan Kecil Terdengar saat Guguran Tanah Hantam Kabel Listrik
Di Tengah Popularitas Padel, Viral Warga di Haji Nawi Jakarta Selatan Keluhkan Gangguan Suara Bising dari Lapangan
Cerita Tresnany Moonlight yang Tak Hanya Dengar Suara Ledakan tapi Pecahan Rudal Iran Jatuh ke Hotel
Guru SMP di Bojonegoro Giatkan Pulang-Pergi ke Sekolah dengan Olahraga Lari, Meski Panas Banget tapi Tetap Gas
Hasil Penyelidikan Awal PBB soal Insiden Ledakan hingga Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon, Israel Tuding Hizbullah Pelakunya
Perjuangan Agar Bisa Mengajar ke Sekolah, Guru Ini Harus Lewati Medan Terjal di Sumatera Barat