Dalam fenomena itu, dilaporkan puluhan ribu pengemudi becak motor dan jeepney ikon transportasi Filipina.
Akibatnya, pengemudi terpaksa mengurangi operasi atau berhenti total karena harga bahan bakar tak terjangkau.
"Pemerintah sebenarnya sudah memberikan bantuan tunai 5.000 peso bagi pengemudi terdampak, tapi langkah itu dinilai belum cukup," papar postingan itu.
"Koalisi pekerja transportasi bahkan mengancam akan menggelar aksi protes besar-besaran di Manila pada Kamis dan Jumat ini," sambungnya.
Untuk mengatasi krisis energi tersebut, Marcos selaku Presiden Filipina dilaporkan telah mengambil sejumlah langkah strategis.
Salah satunya, yakni mencari sumber energi alternatif dari Rusia, China, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Di sisi lain, terdapat upaya dalam mengimpor minyak dari Rusia untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Hal itu terbukti usai dilaporkan adanya kapal tanker Rusia Sara Sky yang membawa sekitar 100.000 ton (750.000 barel) minyak jenis ESPO Blend dari pelabuhan Kozmino menuju terminal Bataan milik Petron Corporation.***
Artikel Terkait
Targetkan Swasembada, Presiden Prabowo Instruksikan DEN Hentikan Impor BBM Bertahap
Usai Viral Warga Antre Mengular di SPBU, Harga BBM Eceran di Aceh Tengah Capai Rp20 Ribu per Liter
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Amerika, Israel, dan Iran
Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Siapkan Skenario Penghematan BBM hingga WFH
Muncul Wacana Sekolah secara Online untuk Hemat BBM, Begini Respon Pemerintah