Kepala BGN Tantang SPPG Sajikan Menu MBG dengan Kualitas Bintang 5, tapi Bahan Bakunya Rp10 Ribu

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Rabu, 25 Maret 2026 | 17:36 WIB
Kepala BGN tantang SPPG hadirkan menu hotel bintang 5 tapi harganya Rp10 ribu (Dok. BGN)
Kepala BGN tantang SPPG hadirkan menu hotel bintang 5 tapi harganya Rp10 ribu (Dok. BGN)

SENAYANPOST - Kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) tengah menjadi bahan perbincangan hangat sebagian publik di media sosial.

Pihak pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah dituntut agar terus meningkatkan kualitas menu yang disajikan.

Di sisi lain, sebagian publik masih mempertanyakan, akankah menu-menu MBG yang disajikan berbagai SPPG bisa mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari masyarakat?

Terlebih, di tengah bayang-bayang kasus menu MBG yang dilaporkan kedaluwarsa untuk dikonsumsi para penerima manfaat dari siswa sekolah hingga ibu menyusui.

Baca Juga: Viral SPPG di Rancabungur Bogor Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu Masjid

Berkaca dari hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana kini menantang pihak pengelola dapur MBG agar menghadirkan menu berkualitas tinggi.

Kendati demikian, sajian menu bintang 5 itu diolah dengan harga bahan baku yang tetap sama, yakni senilai Rp10 ribu per porsi.

"Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional," kata Dadan sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, pada Rabu, 25 Maret 2026.

"(Hal itu) sehingga akan keluar khas MBG yang kualitasnya sekelas bintang 5 tapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp10 ribu," tambahnya.

Dalam penuturannya, Dadan menekankan inovasi produk menjadi semakin penting.

Kepala BGN itu menyebut, hal itu belajar dari pelaksanaan program selama bulan Ramadan.

Pada periode tersebut, makanan yang disajikan tidak hanya harus bergizi dan segar, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama.

"Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan," sebut Dadan.

"Kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah ini tantangannya," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X