Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:03 WIB
Putra Muassis NU, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA pimpin ribuan Nahdliyin doakan kemenangan untuk Iran lawan AS dan Israel. (Dokumentasi SenayanPost.com)
Putra Muassis NU, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA pimpin ribuan Nahdliyin doakan kemenangan untuk Iran lawan AS dan Israel. (Dokumentasi SenayanPost.com)

SENAYANPOST - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, menilai serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak hanya melanggar prinsip kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama serta kedaulatan sebuah negara.

Menurut Kiai Asep, tindakan tersebut semakin memperburuk situasi karena disertai pernyataan terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin menjatuhkan pemerintahan Iran.

Ia juga menyinggung dampak serangan tersebut yang disebut menyebabkan wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Karena itu mari kita berdoa semoga Donald Trump dan Benjamin Netanyahu segera mendapat azab dari Allah SWT. Dunia ini sudah kotor akibat Trump," tegas Kiai Asep saat memimpin acara istighatsah dan doa bersama di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Pacet, Mojokerto, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga: Chappy Hakim Sebut Ada Tiga Pihak yang Bisa Hentikan Perang AS-Israel dan Iran di Timur Tengah

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.400 warga Nahdlatul Ulama (NU) dari Kecamatan Jetis dan wilayah sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Asep mengajak umat Islam untuk menunjukkan kepedulian terhadap konflik yang terjadi.

"Umat Islam harus peduli. Ketika peristiwa besar itu terjadi, seorang pemimpin Islam dibunuh tak ubahnya seperti ayam," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa umat Islam setidaknya dapat berkontribusi melalui doa agar kezaliman dan ketidakadilan dapat dihentikan.

"Kalau kita sudah berdoa berarti kita sudah lepas dari dosa," katanya.

Kiai Asep juga menyampaikan bahwa dirinya akan terus mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk melawan apa yang ia sebut sebagai kebatilan melalui doa bersama.

Baca Juga: Profil Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Gantikan Ayatollah Ali Khamenei

"Karena Trump dan Netanyahu telah membunuh seorang ulama alim dan pemimpin negara Islam yang sah dan berdaulat," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X