Curhat WNI Asal Gresik yang Kerja di Jerman, Cemaskan Jika Negara Eropa Ikut Bantu Israel Lawan Iran

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Selasa, 3 Maret 2026 | 21:40 WIB
Warga Negara Indonesia Evan Haydar, yang kini tinggal di Jerman terkait konflik perang antara Israel vs Iran (Instagram.com/@evanhaydar)
Warga Negara Indonesia Evan Haydar, yang kini tinggal di Jerman terkait konflik perang antara Israel vs Iran (Instagram.com/@evanhaydar)

SENAYANPOST - Warga Negara Indonesia alias WNI bernama Evan Haydar mengungkapkan, ketegangan yang terjadi di negara tempat dirinya bekerja, yakni Jerman, buntut peperangan antara Israel vs Iran.

Sebelumnya diketahui, Israel dan Iran meningkatkan eskalasi serangan mereka sejak Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur pada akhir Februari 2026 lalu.

Terkini, Iran memperluas serangan ke pangkalan Amerika Serikat (AS) hingga memicu ledakan di sejumlah negara Teluk.

Hal itu menandai eskalasi konflik yang kian tak terkendali, hingga membuat negara sekutu AS berpotensi ikut masuk dalam pusaran peperangan tersebut.

Baca Juga: Viral Isi Ceramah Cak Nun di 2012 soal Perang Israel vs Iran yang Menyeret Amerika Serikat

Salah satunya Jerman, negara sekutu AS yang kini dinilai tengah mempertimbangkan keikutsertaannya untuk turut berperang melawan Iran.

Melalui unggahan Instagram pribadinya,@evanhaydar, pada Selasa, 3 Maret 2026, Evan mengungkapkan hal tersebut seraya mengaku cemas karena berpotensi sulit untuk pulang ke Tanah Air.

"Guys, aku lagi serius mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia," ungkap Evan.

"Jerman lagi mempertimbangkan buat ikut perang melawan Iran," sambungnya.

Bagi yang belum tahu, Evan Haydar adalah seorang pemuda asal Gresik yang kini berkarier di Tesla, erusahaan raksasa otomotif dan energi bersih asal Jerman.

Lantas, apa sebenarnya alasan kuat bagi WNI asal Gresik yang kini bekerja di Jerman itu untuk kembali pulang ke Tanah Air? Begini katanya.

Dalam pernyataannya, Evan menyoroti peperangan antara Israel vs Iran yang dinilai kian berbuntut panjang.

"Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah," terangnya.

Terlebih, AS yang memiliki banyak negara sekutu di Eropa kini turut membantu Israel dalam peperangan melawan Iran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X