Berdasarkan data hisab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang -2° 24' 43" (-2,41°) hingga -0° 55' 41" (-0,93°). Sementara itu, elongasi Bulan–Matahari tercatat antara 0° 56' 23" (0,94°) hingga 1° 53' 36" (1,89°).
"Di seluruh wilayah NKRI, posisi hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS," kata Cecep.
"Oleh karena itu, hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam," paparnya.
Kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.
1 Ramadan 1447 Hijriah Menurut Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Selain awal puasa, Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.***
Artikel Terkait
Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1444 H dari Kemenag RI
Kapan Hari Raya Idul Adha 1444 H? Simak Hasil Sidang Isbat Kemenag Berikut
Link Live Streaming Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1445 H
Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Ramadhan 1446 H dari Kemenag
Hasil Sidang Isbat: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 31 Maret 2025