SENAYANPOST - Artis kenamaan, Cinta Laura Kiehl mengungkapkan pengalamannya saat bertemu dengan para korban banjir bandang di Aceh.
Sebelumnya, bencana besar yang sempat melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 lalu itu memaksa para warga untuk mengungsi.
Hal tersebut, lantaran tidak sedikit rumah warga yang hancur diterjang banjir dan masih banyaknya lumpur yang tersisa di area pemukiman setempat.
Kini, Cinta Laura terlihat mendatangi wilayah Peusangan, sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, @claurakiehl, pada Rabu, 18 Februari 2026, terlihat Cinta Laura memeluk sejumlah anak-anak yang turut menjadi korban pascabencana banjir bandang.
"Aku bertemu anak-anak yang kehilangan tempat tinggal, yang belajar di dalam tenda tanpa meja, tanpa listrik, tanpa buku yang layak," ungkap sang artis.
Di sisi lain, Cinta Laura menceritakan derita para pengungsi yang tidur di dalam tenda itu kerap menghadapi lumpur yang mengotori tenda saat hujan tiba.
"Anak-anak yang tidur berdampingan dengan keluarga lain, berbagi kamar mandi dengan banyak orang," tuturnya.
"Dan bangun setiap hari menghadapi lumpur yang mengotori tenda dimana mereka tinggal saat hujan," imbuh Cinta Laura.
Puji Keteguhan Hati Korban Bencana
Dalam pernyataannya, Cinta Laura menuturkan anak-anak bersama orang tuanya kerap melemparkan senyuman kepadanya.
Hal itu, dianggapnya sebagai tanda kebahagiaan meski didera trauma mendalam atas bencana besar yang melanda Aceh tersebut.
Artikel Terkait
TNI Jemput Bola Gelar Cek Kesehatan dan Sunat Massal bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh
Dedikasi Tanpa Henti, Prajurit TNI Bahu-membahu Bersihkan Rumah Warga dari Lumpur Bencana di Aceh
Harapan Anak-anak Desa Uyem Beriring Gayo Lues Aceh saat Ramadan: Mau Bisa Puasa Full
Kronologi Akuntan SPPG di Aceh yang Diduga Korupsi Rp59 Juta demi Bayar Utang, Bermula dari Laporan Kasus Begal ke Polisi
Warga Aceh Tamiang Ini Bagikan Kondisi Sehari Setelah Air Surut saat Banjir November 2025: Cari Sembako dan Kabar Keluarga