Namun, tak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi secara berulang.
"Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan mau dijaga terus," tulisnya menanggapi salah satu komentar dari warganet.
Tak hanya tempat belajar, halaman di sekitarnya pun tampak beberapa titik genangan air berwarna coklat saat hujan turun.
Sementara itu, SDN Leomanu memiliki 71 orang siswa dengan kondisi sekolah makin parah bahkan terisolir ketika hujan.
Baca Juga: Mantan Wamenlu RI : Ada Secuil Peluang Palestina Merdeka
"Sekolahnya sejauh 10 jam dari kota Kupang. Tidak lupa harus menyeberangi sungai lebar tanpa jembatan dan kalau hujan besar, dia juga banjir parah," ungkap pemilik akun.
"Jadi, kalau musim hujan kayak gini, biasa terisolir," lanjutnya.
Menuai Keprihatinan Warganet
Unggahan yang sudah diputar lebih dari 50 ribu penayangan ini juga menarik perhatian warganet.
Tak sedikit yang merasa prihatin dan turut berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait.
Beberapa komentar dari warganet seperti, "Semangat terus mengukir senyuman pada anak didik ya kak, sehat selalu untuk semuanya," tulis salah satu akun.
"Mungkin MBG di daerah 3T masih diperlukan, tapi swasta yang ortunya kalangan mampu lebih baik dialihkan untuk pembangunan sekolah yang membutuhkan seperti ini," tulis akun warganet lainnya.***
Artikel Terkait
Momen Haru Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kupang: Siswa Menyanyikan “Laskar Pelangi” Penuh Semangat
Pesan Haru Siswi Sekolah Rakyat NTT: Pak Prabowo Bawa Hidup Saya dari Gelap ke Terang
Viral Seorang Anak di Kupang Gelisah Mencari sang Bapak hingga Menahan Keberangkatan Kapal, Ada Apa?
Bertaruh Nyawa Terjang Banjir, Relawan NTT Gotong Makan Bergizi Gratis Seberangi Sungai
Cerita Siswi SRMP 19 Kupang Sempat Hidup Penuh Keterbatasan, Kini Lebih Terang dan Penuh Harapan