Cerita Hangat dari Lokasi Bencana Purbalingga, Relawan Inisiasi ‘Posko Ngopi’ demi Jaga Stamina

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Minggu, 1 Februari 2026 | 19:30 WIB
Momen kebersamaan relawan bencana Purbalingga, Jawa Tengah. (Instagram/igoendonesia)
Momen kebersamaan relawan bencana Purbalingga, Jawa Tengah. (Instagram/igoendonesia)

SENAYANPOST - Momen hangat kebersamaan relawan bencana banjir dan tanah longsor di Purbalingga, Jawa Tengah terekam kamera. Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @igoendonesia pada Minggu, (1/2/26).

Video singkat berdurasi 1 menit itu menunjukkan momen para relawan yang berkumpul untuk sekadar menikmati kopi di tengah proses pembersihan lumpur bekas banjir dan longsor.

“PoPi, posko ngopi. Kita buka ‘PoPi’ ya, untuk posko ngopi,” tulisnya pada keterangan video.

Dalam video tersebut, sejumlah relawan disibukkan dengan membuat minuman untuk sesama relawan yang ada di lokasi. Relawan lain juga menyebut bahwa minum kopi bisa membantu operator alat berat untuk fokus.

“Jadi gini, operator itu bisa maksimal asal semua lancar, yang penting itu kopi. Semangat, target buat jalan tembus” ucapnya.

Baca Juga: Ekonom Peringatkan Rendahnya Free Float Saham Bikin IHSG Rentan Manipulasi Harga

Persiapan Huntara dan Huntap Korban Bencana Purbalingga

Banjir dan tanah longsor terjadi pada pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan berintensitas tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet. Hujan yang deras itu kemudian menyebabkan bencana hidrometeorologi dan berdampak pada empat desa di dua kecamatan.

Desa yang terdampak menurut catatan Pemprov Jawa Tengah meliputi Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, kemudian Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.

Selanjutnya, Pemprov akan melakukan relokasi kepada ratusan rumah yang terdampak banjir dan longsor. Lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), saat ini sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Pembangunannya sendiri akan dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jateng dan kementerian terkait. Selain rumah untuk warga, perbaikan pada jembatan yang putus juga akan dilakukan karena hal tersebut berkaitan dengan mobilitas warga.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir

Mengenai perbaikan jembatan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri untuk akses sementara.

Sementara itu, banjir bandang di Purbalingga membawa banyak material, mulai dari batu, kayu, pohon, lumpur yang berasal dari area pegunungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X