SENAYANPOST - Sebanyak 23 anggota infanteri angkatan laut atau marinir TNI Angkatan Laut dilaporkan menjadi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Sebelumnya diketahui, peristiwa longsor melanda kawasan Cisarua Bandung Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam unggahan Instagram @jabodetabek24info, pada Selasa, 27 Januari 2026, 19 orang diantaranya merupakan prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir atau Beruang Hitam TNI Angkatan Laut di Lampung.
"23 marinir di Lampung menjadi korban longsor di Bandung Barat, baru 4 orang yang ditemukan," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Baca Juga: Longsor Cisarua Bandung Barat: Kronologi dari Cerita Warga hingga Janji KDM Beri Rp10 Juta per KK
Lantas, bagaimana kondisi terkini para anggota TNI Angkatan Laut dalam insiden tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.
23 Marinir Dilaporkan Tertimbun
Secara terpisah, KSAL Laksamana, Muhammad Ali menyatakan terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Ali lantas membenarkan, sejumlah anggota TNI lainnya juga terdampak dari peristiwa longsor Cisarua.
"Saya menyampaikan terkait dengan kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, di Desa Soreang," kata Ali kepada awak media di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin, 26 Januari 2026.
"Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," tambahnya.
4 Jenazah Marinir Ditemukan
Dalam kesempatan yang sama, Ali mengatakan ada 4 orang anggota Marinir yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Artikel Terkait
Kronologi Warga Cisarua yang Terseret Arus Banjir di Puncak Bogor, BPBD: Korban Hanyut Berasal dari Desa Citeko
Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah saat Banjir Bandang dan Tanah Longsor Melanda, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon Selamatkan Diri
Andalkan Tali Sling, Sejumlah Desa di Kecamatan Ketol Aceh Tengah Masih Terisolir Pascabanjir Bandang dan Longsor
Aceh Belum Pulih, Ratusan Titik Longsor Masih Hantui Takengon
Longsor Cisarua Bandung Barat: Kronologi dari Cerita Warga hingga Janji KDM Beri Rp10 Juta per KK