"Makanya ketika kami datang ke sini, capek, panas, itu nggak berasa, nggak masalah karena kami bersyukur karena masih bisa pulang ke tempat yang enak, bertemu keluarga di rumah," lanjutnya.
Kemudian sambil menahan tangis, ia membandingkan dengan kondisi korban banjir yang harus kehilangan rumah tempat tinggalnya hingga sanak keluarga.
"Sekarang mereka, jangankan untuk tinggal, untuk makan aja mereka susah. Aceh masih belum baik-baik saja, guys," tuturnya.
Meski di tengah kondisi terbatas karena banjir, Togap meyakini bahwa warga Aceh mampu untuk bangkit lagi.
"Aku percaya sih, dengan keceriaan mereka, mereka pasti akan bisa bangkit dengan cepat," pungkasnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total kerusakan rumah di Aceh Tamiang mencapai 37.888 unit.
Rinciannya, 15.174 unit rusak ringan, 9.366 unit rusak sedang, 8.509 unit rusak berat, serta 4.839 unit rumah rusak berat hanyut (RBH).***
Artikel Terkait
Kondisi Desa Pante Kera di Wilayah Pedalaman Aceh Timur, Akses Bantuan Pakai Kapal Nelayan dan Listrik Masih Andalkan Genset
Perjuangan Nakes ke Desa Terisolir di Kecamatan Linge Aceh Tengah, Jalan Kaki Seberangi Sungai Berarus Deras
Pendakwah Salim A Fillah Pamit dari Wilayah Bencana Aceh Usai Bangun Jembatan untuk Akses 7 Desa hingga Sekolah Darurat
Demi Jual Durian ke Takengon Aceh Tengah, Warga Kecamatan Linge Rela Jalan Kaki Lewati Sungai dan Tebing Sejauh 2 Km
Viral Seorang Ayah Menangis Sambil Gendong Anak, Datangi Posko Kesehatan Dusun Lhok Pungki Aceh untuk Minta Obat