Lebih lanjut, video lain menunjukkan harapan seorang warga agar akses jalan segera diperbaiki agar perekonomian mereka segera pulih.
"Ini dipikul dengan jarak 2 kilometer dari perkebunan, lewat jalan terjal dan sungai, tebing. Berharap pada pemerintah untuk segera membuka akses warga Kute Reje agar mudah mengambil hasil pertanian," ujarnya.
"Ini bukti durian mereka berkualitas tinggi, sangat membantu pemulihan pascabencana," imbuhnya.
Warga Jual hingga Gratiskan Durian Jamat ke Relawan yang Datang
Tak hanya dijual ke Takengon, durian Jamat milik warga dijual kepada relawan yang datang ke desa mereka.
Bahkan, sebagian lainnya menggratiskannya sebagai ungkapan terima kasih karena telah datang memberi bantuan.
Salah satu bentuk untuk membantu perekonomian masyarakat terdampak banjir adalah dengan membeli durian maupun hasil panen lainnya.
Masih Ada 24 Desa Terisolir di Aceh Tengah
Mengenai penanganan pascabanjir, sampai saat ini masih ada 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah yang terisolir karena akses ke daerahnya putus.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, beberapa desa yang terisolir ada di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
Adapun desa di Kecamatan Linge yang masih terisolir adalah Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa.***
Artikel Terkait
Jembatan Bailey di Aceh Tengah Dibangun, Guru yang Sempat Viral Naik Tali Sling Bagikan Kabar Terbaru Desa Bah
Minta Tolong Lewat Medsos, Influencer King Abdi Curhat soal Kebutuhan Warga Aceh Tamiang usai Banjir Bandang
Kondisi Desa Pante Kera di Wilayah Pedalaman Aceh Timur, Akses Bantuan Pakai Kapal Nelayan dan Listrik Masih Andalkan Genset
Perjuangan Nakes ke Desa Terisolir di Kecamatan Linge Aceh Tengah, Jalan Kaki Seberangi Sungai Berarus Deras
Pendakwah Salim A Fillah Pamit dari Wilayah Bencana Aceh Usai Bangun Jembatan untuk Akses 7 Desa hingga Sekolah Darurat