“Malamnya, di situ ada orang mau melahirkan, adiknya ayah. Di situ ada dokternya, langsung dilahirkan (di tempat itu) anaknya. Setelah selesai, langsung pindah lagi, itu jam 3 malam melahirkannya,” terangnya.
Berharap Bantuan Rumah dan Air Bersih
Dalam kesempatan tersebut, Ali juga mengungkapkan harapannya untuk mendapatkan bantuan rumah dan air bersih bagi penyintas.
“Yang diharapkan, mudah-mudahan ada rumah. Kalau untuk saya sendiri masih ada rumah, untuk warga-warga. Rumah dan air bersih saja udah berterima kasih, udah nggak layak,” sambungnya.
Ia juga membagikan kabar duka bahwa beberapa saat lalu, orang tuanya baru saja meninggal dunia dan mengatakan telah ikhlas menerima takdirnya.
“Yang paling sedih buat saya, 4 hari lalu, orang tua saya meninggal. Tapi mau bagaimana lagi, setiap yang bernyawa akan pasti mati,” tuturnya.
Semenatara itu, Aceh merupakan satu dari 4 kabupaten di Provinsi Aceh yang memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga Kamis, (22/1/26). Adapun kabupaten lain di Aceh yang memperpanjang status tanggap darurat adalah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Pidie Jaya. ***
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Ini Ungkap Bantuan Air Minum di Area Kota Menurun: Dulu Banyak Dikasih, Sekarang Nggak Ada
Aceh Belum Pulih, Ratusan Titik Longsor Masih Hantui Takengon
Kesaksian Anak Aceh Tamiang: Banjir Datang Cepat Seperti Tsunami Sungai
Langsung ke DPR dan Mendagri, Menkes Ngeluh Mahalnya Tiket Pesawat ke Aceh: Murah Kirim Tim Medis Lewat Malaysia
Jalan Darat Putus Akibat Banjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Rela Lewat Jembatan Rusak hingga Turun ke Sungai Demi ke Sekolah