Dino Patti Djalal Heran, Sorot Pernyataan Kemlu RI soal Invasi AS dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 5 Januari 2026 | 20:21 WIB
Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengaku heran soal pernyataan Kemlu RI soal penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (X.com/@sentdefender)
Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengaku heran soal pernyataan Kemlu RI soal penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (X.com/@sentdefender)

SENAYANPOST - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal menyoroti pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait invasi Amerika Serikat (AS) sekaligus penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dalam cuitan terbarunya, ia mengaku heran mengapa Kemlu tidak menyebutkan AS dan menilai pernyataannya cukup standar.

Sebagaimana diketahui, saat ini Presiden Maduro sudah ditangkap AS dan berada di Kota New York untuk diperiksa terkait kasus narkotika.

"Saya heran membaca pernyataan Kemlu RI tentang Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat," tulis Dino Patti Djalal lewat akun X @dinopattidjalal pada 5 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com.

Baca Juga: Peran Intelijen AS dalam Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ternyata Sudah Direncanakan Berbulan-bulan Lalu

Tindakan AS terhadap Venezuela mengundang kecaman dunia internasional, terutama dari negara-negara Selatan.

"Sejak kapan kita sungkan atau takut mengkritik kawan yang lakukan pelanggaran hukum internasional? Kenapa Menlu Sugiono sampai sekarang tidak bersuara? Padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting," lanjutnya.

Sementara itu, terpantau Menlu Sugiono me-repost ulang pernyataan resmi Kemlu RI di media sosial.

"Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS terhadap Irak. Bebas aktif itu artinya berani berpendirian," ungkapnya.

Baca Juga: Kronologi Operasi Absolute Resolve, Rencana AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

"Bermitra dengan AS, dan dengan negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yang mengorbankan hal-hal yang prinsipil," tegasnya.

Di lain pihak, Pemerintah Indonesia telah merilis pernyataan resmi terkait apa yang terjadi di Venezuela beberapa waktu lalu.

"Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela," cuit akun X Kemlu RI pada 4 Januari 2026.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Indonesia mengaku prihatin atas apa yang terjadi di Venezuela.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @dinopattidjalal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X