SENAYANPOST - Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya beberkan kabar terkini terkait upaya pemerintah dalam penanganan banjir bandang Sumatera.
Dalam konferensi pers yang digelar di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Seskab Teddy menjelaskan bahwa setidaknya 78 jalan nasional terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut.
Seskab Teddy menerangkan bahwa 78 jalan nasional tersebut dalam proses penyambungan.
"Per satu bulan, dari 78 (jalan nasional putus), tinggal enam (jalan) yang masih proses penyambungan. Empat titik di Aceh, dan ada di Sumbar, dan di Sumut," kata Teddy pada 29 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Baca Juga: 224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Kirim 1000 Unit Genset
Lebih lanjut, pemerintah juga mengupayakan perbaikan jembatan agar bisa menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan warga.
Untuk daerah yang masih terisolir, pemerintah masih mengandalkan penyaluran lewat jalur udara.
"Kenapa jembatan yang utama kita fokus, selain yang lainnya? Karena agar bisa jalur logistik masuk, tembus antarkabupaten, antarprovinsi. Yang belum tembus kita pakai bantuan udara," lanjutnya.
Seskab Teddy juga mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 87 rumah sakit sudah beroperasi melayani pasien.
"Dalam satu bulan ini, 87 (rumah sakit) itu semuanya sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tapi yang pasti dari 87 itu semuanya sudah bisa pasien datang, diobati, seperti itu. Kemudian ada 867 puskesmas yang lumpuh. Sekarang satu bulan tinggal delapan yang belum beroperasi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan korban banjir bandang dan tanah longsor agar dilakukan secepat mungkin.
Hal ini dilakukan agar proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana bisa dimulai.
"Bapak Presiden dari awal menginstruksikan kepada semuanya, agar secepat mungkin lakukan dengan segera untuk pemulihan. Ya ini hasilnya. Kenapa bisa? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama, saling bantu, saling kerja sama, gotong royong semua. Petugas, warga, relawan, jadi satu semua," pungkas Seskab Teddy.***
Artikel Terkait
Potret Pilu Pasca-Banjir: Warga Aceh Tamiang Gunakan Air Resapan Sungai yang Kecokelatan
Curah Hujan Tinggi, Warga Agam Sumatera Barat Panik saat Banjir Datang Lagi: Sungai Penuh Batu
Sebagian Warga Tamiang Hulu di Aceh Tamiang Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai Mencuci Peralatan Makan
Sebulan Berlalu, Warga Aceh Tamiang Ini Ceritakan Momen 18 Orang Naik ke Atap Rumah saat Banjir Datang
Curhat Warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang Kehilangan Rumah Akibat Banjir Bandang: Lemari dan Tempat Tidur Nggak Ada Wujudnya