Curah Hujan Tinggi, Warga Agam Sumatera Barat Panik saat Banjir Datang Lagi: Sungai Penuh Batu

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Jumat, 26 Desember 2025 | 10:45 WIB
Banjir bandang dengan material kayu hingga batu kembali menghantam Agam, Sumatera Barat. (Instagram/info_agam - pdg24jam)
Banjir bandang dengan material kayu hingga batu kembali menghantam Agam, Sumatera Barat. (Instagram/info_agam - pdg24jam)

SENAYANPOST - Curah hujan yang tinggi di Agam, Sumatera Barat pada Kamis, (25/12/25) membuat wilayah tersebut kembali diterjang banjir bandang. Tepatnya di wilayah Jorong Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang harus menerima kiriman air dengan lumpur dan material bebatuan.

Tak hanya membawa batu, dalam video yang banyak beredar di media sosial, banjir juga masih membawa potongan kayu. Air dengan arus cukup deras tampak mengalir membanjiri rumah warga dan badan jalan hingga menutup akses.

Menurut keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @info_agam, air yang membawa kayu dan batu itu masuk pemukiman warga di Muaro Pisang, Maninjau pada siang hari.

Hujan deras yang terjadi pada hari Kamis tak berhenti sejak pagi. Dalam video tersebut bahkan terlihat warga berlari sebelum arus air makin menderas.

Baca Juga: SBY Sorot Penanganan Bencana Sumatera oleh Pemerintah: Komando dan Pengendalian Harus Efektif

Sekitar pukul 18.10 WIB, air mulai surut dan jalanan mulai bisa dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, warga harus tetap berhati-hati karena banjir yang terjadi di siang hari itu menyisakan lumpur baru yang masih basah. Bongkahan batu berbagai ukuran juga berserakan di jalanan dan pemukiman warga.

“Dua kali diterjang galodo (banjir). Sungai penuh sama batu, lumpur di Maninjau, guys,” ucap perekam video yang diunggah oleh akun Instagram @pdg24jam pada Kamis.

Update Korban Banjir Sumatera

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per 25 Desember, korban meninggal akibat banjir akhir November 2025 lalu di Sumatera sebanyak 1.135 jiwa dan 173 lainnya masih dalam pencarian.

Baca Juga: Menjelang Libur Nataru, Ekosistem IFG Optimalkan Perlindungan Masyarakat

Rincian korbannya berasal dari Aceh sebanyak 503 orang, Sumatera Utara sebanyak 371 orang, dan Sumatera Barat sebanyak 261 orang. Adapun korban meninggal dunia di Sumatera Barat, banyak yang berasal dari Agam, yaitu 163 orang.

Lebih lanjut, 72 warga Sumatera Barat yang masih dinyatakan hilang, paling banyak juga berasal dari Agam, yakni 38 orang. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X