Baca Juga: Dalam 21 Hari Israel Penjajah Luncurkan 42 Serangan Darat ke Suriah, Langgar Kedaulatan
Ia hanya bisa menatap pasrah saat sang anak harus tertidur dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di tengah kegelapan.
"Karena tidak ada baju ganti, anakku tertidur tapi menggigil," pungkasnya dengan nada bicara yang menyiratkan luka mendalam.
Kisah dari Desa Mardame ini menjadi potret nyata betapa besarnya trauma dan penderitaan yang dirasakan warga di wilayah pelosok yang sulit terjangkau bantuan saat bencana melanda.
Kebutuhan akan pakaian kering, makanan layak, dan pembukaan akses jalan kini menjadi hal yang sangat dinanti oleh para penyintas. ***
Artikel Terkait
RS di Lokasi Bencana Sumatera Mulai Pulih Berkat Kerja Keras Semua Pihak
Komentar Ferry Irwandi soal Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Usai Salurkan Donasi Rp10 Miliar
Danantara Indonesia dan BP BUMN Hadir untuk Rakyat: Lebih dari 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Dikerahkan Tangani Bencana Sumatera
Update Bencana Agam Sumatera Barat: 192 Tewas, 72 Hilang, BNPB Bangun Huntara dan Kerahkan Alat Berat
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Penjualan Tiket Film Timur untuk Korban Bencana Alam di Sumatera