2 Bocah di Tapanuli Tengah Ceritakan Detik-detik Rumahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 22 Desember 2025 | 13:50 WIB
Dua bocah asal Tapanuli Tengah menceritakan detik-detik rumahnya hancur diterjang banjir bandang Sumatera belum lama ini. (TikTok.com/Apa Aja)
Dua bocah asal Tapanuli Tengah menceritakan detik-detik rumahnya hancur diterjang banjir bandang Sumatera belum lama ini. (TikTok.com/Apa Aja)

SENAYANPOST - Di balik reruntuhan bangunan dan pekatnya lumpur sisa banjir bandang yang menerjang Desa Sipange, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, terselip kisah pilu tentang kehilangan yang digambarkan dengan sangat polos oleh anak-anak.

Bagi mereka, kehilangan bukan sekadar angka kerugian materiil, melainkan hilangnya tempat mereka bertumbuh dan berlindung.

Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @Apa Aja pada Minggu, 21 Desember 2025, memperlihatkan dua bocah yang kini harus merasakan dinginnya lantai tenda pengungsian.

Dengan raut wajah polos tanpa dosa, salah satu dari mereka bercerita tentang nasib rumah kesayangan keluarga yang kini tak lagi berdiri tegak.

Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Penjualan Tiket Film Timur untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

Bagi kedua bocah ini, rumah bukan sekadar bangunan kayu atau beton, melainkan identitas yang lekat di ingatan mereka lewat warnanya.

Dengan kalimat yang sederhana, mereka menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan banjir bandang yang menghanyutkan harapan keluarga mereka.

"Sudah rusak rumah kami yang warna biru," ucap bocah tersebut dalam video tersebut.

Kesedihan semakin terasa saat mereka menyebutkan bahwa tidak hanya satu, melainkan dua bangunan tempat tinggal mereka yang hancur sekaligus dalam musibah tersebut.

"Rumah kami ada dua sudah hancur," lanjutnya dengan suara kecil.

Kini, tidak ada lagi keceriaan bermain di dalam rumah yang mereka banggakan. Kenangan tentang tempat tinggal mereka seolah ikut tersapu aliran air yang meluap di Kecamatan Kolang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Berenang Selamatkan Puluhan Korban Banjir di Aceh Tamiang, Sertu Giman: Saya Hampir Pingsan, Tapi Allah Beri Kekuatan

"Tidak ada lagi rumah kami yang berwarna biru," pungkasnya, menutup cerita singkat yang menyisakan keharuan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Dalam tayangan video tersebut, kedua bocah itu tampak berada di sebuah tenda pengungsian darurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X