Jubir PKS Desak Pemerintah Segera Tetapkan Banjir dan Longsor Sumatera Bencana Nasional

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 8 Desember 2025 | 16:38 WIB
Jubir PKS Muhammad Iqbal mendesak pemerintah berlakukan status bencana nasional untuk banjir dan longsor di Sumatera. (Tangkap layar YouTube Bambang Widjojanto)
Jubir PKS Muhammad Iqbal mendesak pemerintah berlakukan status bencana nasional untuk banjir dan longsor di Sumatera. (Tangkap layar YouTube Bambang Widjojanto)

Menurutnya, anggaran yang harus dipangkas itu memberi pengaruh dalam proses penanganan.

"Ketika anggaran transfer daerah itu dipotong, Sumatera Barat itu dipotong Rp2 triliunan, nggak punya apa-apa. Pak Gubernur mau ngapain? Resources udah nggak ada," jelasnya.

Ia juga menyinggung momen beberapa bupati di Aceh yang sempat mengeluarkan surat ketidakmampuan dalam mengatasi bencana.

"Jadi, memang ini adalah sebuah peluang bagi pemerintah, saya kira bahwa ini harusnya bukan lagi menggerakkan sipil, tapi semua resources dikerahkan," sambungnya.

Lebih lanjut, Iqbal menyatakan bahwa pemerintah daerah dengan anggaran terbatas disuntik dana oleh pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah nggak punya anggaran, pusat punya. Makanya kita ingin pemerintah pusat itu jor-joran. Bila perlu kita minta bantuan tetangga, nggak usah gengsi, nggak usah malu," tegasnya.

Baca Juga: Cerita Ferry Irwandi saat Beri Bantuan Senilai Rp10 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Bencana jadi Pemantik Sentimen Publik pada Pejabat

Dalam podcast tersebut, Iqbal juga mengingatkan sisi psikologis dari para masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, dengan penanganan yang masih dirasa lamban, akan membuat masyarakat menjadi marah secara psikologis.

"Jangan sampai nanti psikologis masyarakat yang marah di bulan Agustus itu kembali muncul, sentimen kepada pejabat publik," tambahnya.

Iqbal juga menyebut bahwa dampak panjang dari bencana tersebut tak hanya soal ekonomi, tapi psikologi.

"Di mana mereka hopeless, mereka depresi, dan mungkin mereka stres. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah," ungkap Iqbal.

"Jadi, bukan hanya kebutuhan fisik, kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi," tuturnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Bambang Widjojanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X