Desa Sekumur di Aceh Tamiang Lenyap Imbas Banjir Bandang: Telan 57 Korban Jiwa, 23 Orang Masih Hilang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 7 Desember 2025 | 18:07 WIB
Desa Sekumur di Aceh Tamiang lenyap akibat bencana banjir bandang, 57 orang dinyatakan meninggal dunia, 23 orang masih dalam pencarian. (Facebook.com/MeldiyaReza)
Desa Sekumur di Aceh Tamiang lenyap akibat bencana banjir bandang, 57 orang dinyatakan meninggal dunia, 23 orang masih dalam pencarian. (Facebook.com/MeldiyaReza)

SENAYANPOST - Bencana banjir bandang di wilayah Provinsi Aceh pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.

Salah satu daerah yang terdampak dalam peristiwa ini yaitu Kabupaten Aceh Tamiang. Wilayah tersebut kini mengalami kerusakan hebat dengan 2,8 ribu rumah warga yang dilaporkan rusak berat.

Terkini, berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 7 Desember 2025, bencana itu telah menewaskan 57 korban jiwa.

"57 jiwa meninggal dunia, 23 jiwa hilang, 18 jiwa terluka," demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Pantau Lokasi Bencana Banjir dan Tanah Longsor dari Udara: Mata Menangkap Luka di Tanah Rencong

Tercatat, sebanyak 56 fasilitas umum yang rusak akibat luapan air dari bencana banjir bandang di Aceh Tamiang.

"(Kerusakan pada) 17 fasilitas kesehatan, 9 gedung atau kantor, dan 1 akses jembatan," tambah BNPB.

Menilik lebih dekat, terdapat sebuah wilayah pedesaan yang dilaporkan lenyap dalam sekejap akibat bencana banjir bandang ini, yaitu Desa Sekumur di Aceh Tamiang.

Tersisa Masjid dan Gelondongan Kayu di Sekitarnya

Pada Minggu, 7 Desember 2025, Desa Sekumur disebut hilang tersapu banjir bandang pada tragedi yang terjadi pada pekan lalu.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, di desa itu, hanya tersisa bangunan masjid dan gelondongan kayu di sekitarnya.

Baca Juga: Bupati Aceh Timur Ceritakan Momen Mencekam saat Warganya 3 Hari Terjebak Banjir Bandang: Jika Tak Diterobos, Mereka Kelaparan

Sebelumnya diketahui, ketinggian banjir merendam desa itu hampir mencapai atap masjid. Beberapa warga bahkan sempat berada di atas tumpukan kayu yang tingginya hampir sama dengan atap masjid.

Tidak terlihat bangunan lain selain tumpukan kayu yang berserakan di sekitar masjid.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X