Siap Tunaikan Wasiat Buya Syafii, Raja Juli Nyatakan Sanggup Pimpin Pembangunan Kampus Sekolah Kader Muhammadiyah

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Minggu, 7 Desember 2025 | 23:08 WIB
Resepsi Milad Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta (Senayan Post)
Resepsi Milad Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta (Senayan Post)

SENAYANPOST - Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu 7 Desember 2025 menggelar resepsi milad ke-107 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Resepsi kali ini dihadiri oleh Menteri Kehutanan Republik Indonedia Raja Juli Antoni yang memberikan pidato kebangsaan.

Sebelum menyampaikan pidatonya, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta Dr Khairuddin Basori meminta Raja Juli Antoni yang merupakan juniornya di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk mewujudkan wasiat Buya Ahmad Syafii Maarif agar pembangunan kampus terpadu Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta segera selesai.

Baca Juga: Kritik Keras DPR usai Viral Bupati Aceh Selatan Minggat ke LN, Sebut Tak Pantas di Tengah Derita Warga

Menanggapi permintaan tersebut, Mantan Ketua PP IPM ini menyatakan kesanggupannya.

"Jika ada perintah saya siap menjadi panitia pembangunan Muallimin, apalagi perintah dari yang lebih senior lagi (Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nasir)," tegasnya disambut riuh ribuan santri dan alumni yang hadir.

Mantan Direktur Maarif Institute ini mengungkapkan bahwa Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta adalah simbol penting dalam pembaharuan pendidikan keislaman di Nusantara.

Baca Juga: DPR Kritik soal Penyaluran Bantuan Bencana Sumatera via Airdrop, Ini Kata Kapuspen TNI

"Mu'allimin adalah monumen pembaharuan pendidikan Islam karya KH Ahmad Dahlan," jelasnya.

KH Ahmad Dahlan mulai merintis Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta sejak tahun 1911 di rumahnya di kawasan Kauman Yogyakarta, kemudian pada tahun 1918 mulai berdiri bangunan di kawasan Patangpuluhan Wirobrajan hingga pembangunannya selesai pada tahun 1921.

"Dahulu ada dikotomu pendidikan hanya ilmu-ilmu agama dan Bahasa Arab. Adapun yang belajar Bahasa Inggris, fisika dan geografi dianghap tidak belajar agama. Melalui sentuhan Kyai Dahlan, pendidikan menjadi pendidikan yang seutuhnya," pungkasnya.

Baca Juga: WALHI Desak Pemerintah Evaluasi dan Audit Pemilik Izin Tambang di 3 Provinsi Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta telah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah sebagai merupakan Sekolah Kader Persyarikatan yang pengelolaannya di bawah langsung PP Muhammadiyah.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PP Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar, Ketua PW Muhammadiyah DIY KH Muhammad Ikhwan Ahada dan tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya. Adapun testimoni berasal dari para tokoh antara lain Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X