DPR Kritik soal Penyaluran Bantuan Bencana Sumatera via Airdrop, Ini Kata Kapuspen TNI

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 7 Desember 2025 | 21:04 WIB
DPR RI kritik TNI terkait cara penyaluran bantuan untuk korban bencana di Sumatera, ini kata Kapuspen. (Instagram.com/@puspentni)
DPR RI kritik TNI terkait cara penyaluran bantuan untuk korban bencana di Sumatera, ini kata Kapuspen. (Instagram.com/@puspentni)

SENAYANPOST - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo memberikan kritik terkait penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatera yang dilakukan oleh TNI.

Diketahui, TNI telah menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan dengan airdrop.

Menurut Firman Soebagyo, cara tersebut dinilai tidak etis dan tidak sopan.

"Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan," ucap Firman dalam rapat DPR bersama Kementerian Kehutanan yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025.

"Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter," imbuhnya.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga sempat mengusulkan evaluasi mengenai cara distribusi melalui jalur udara tersebut.

Baca Juga: 3 Poin Arahan Prabowo Terkait Penanganan Bencana Sumatera: Daerah Terisolasi hingga Distribusi Listrik dan BBM

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberi kabar terbaru mengenai proses distribusi bantuan pascabanjir di Sumatera.

Freddy mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak masih berupa logistik yang dibutuhkan, seperti beras, makanan instan, hingga makanan siap saji.

Jenis bantuan lainnya, kata Freddy selalu menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

"Kita bersama BNPB selalu komunikasi, kemudian apa-apa saja yang menjadi kebutuhan seperti beberapa titik yang terisolir dan tenda tidak layak, didorong kebutuhan tenda lebih layak," ujar Freddy kepada awak media pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Selain tenda, juga diberikan bantuan tempat tidur, kasur, kebutuhan bayi, serta pakaian.

Baca Juga: 916 Orang Meninggal dalam Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, BNPB Sebut 274 Orang Masih dalam Pencarian

"Jadi, kebutuhan yang mendesak, pakaian dan sebagainya nanti itu akan dinamis sesuai dengan kenyataan di lapangan," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X