SENAYANPOST — Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang. Seluruh unsur negara, dari pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, hingga relawan, bergerak secara terpadu untuk memastikan akses terbuka, bantuan tiba tepat waktu, dan pencarian korban terus dilakukan tanpa henti.
Akses Aceh Tamiang–Sumut Mulai Normal, Distribusi Logistik Lancar
Jalur lintas nasional yang menghubungkan Aceh Tamiang dengan Sumatra Utara (Sumut) yang sebelumnya lumpuh total akibat banjir dan longsor kini perlahan kembali dapat dilalui. Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, memastikan bahwa kendaraan berat sudah mulai melewati kawasan Seumadam, salah satu titik paling terdampak. Meski masih terdapat sisa lumpur dan genangan air, akses kini terbuka untuk mempercepat mobilisasi logistik dan alat berat.
“Alhamdulillah jalan nasional wilayah Aceh Tamiang–Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” ujar Armia.
Baca Juga: Prabowo Subianto Kerahkan Seluruh Kekuatan untuk Fokus Memulihkan 3 Provinsi Terdampak Bencana
Tim gabungan tetap melanjutkan pencarian korban, dengan jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi sebanyak 22 orang.
Bantuan Tiba dari Jalur Darat, Air, dan Udara
Bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mulai berdatangan dan didistribusikan melalui jalur sungai dan udara karena sejumlah jembatan masih terputus. Pemkab Aceh Tamiang telah mengirim bantuan ke delapan desa terisolir di Kecamatan Sekerak menggunakan sampan. Di Desa Sekumur, yang rumah penduduknya hanyut karena banjir, bantuan untuk 1.000 warga telah disalurkan.
"Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana. Kita drop pakai sampan, umumnya masyarakat di pinggiran sungai itukan rumahnya dari papan, jadi hanyut karena banjir," kata Armia.
Untuk mempercepat jangkauan, Pemkab Aceh Tamiang telah mengajukan penyiagaan helikopter tambahan dari Mabes Polri.
Polri Lakukan Airdrop untuk Wilayah Terisolasi, Kapolri Pastikan Tidak Ada Hambatan Bantuan
Kapolri memerintahkan penggunaan metode airdrop untuk mengatasi medan ekstrem yang membuat helikopter tidak dapat mendarat. Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa Kapolri menginstruksikan agar tidak ada hambatan dalam penyaluran bantuan.
“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujarnya.
Artikel Terkait
Sumatera Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Cak Imin: Kiamat Sudah Terjadi Akibat Kelalaian Kita Sendiri
Kayu Gelondongan Jadi Petunjuk Bencana Banjir Bandang di Sumatera: DPR Sebut Ada Masalah Serius di Hulu
Dituduh Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera saat Menjabat Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan Bilang Begini
Zulkifli Hasan Sebut Polemik Taman Nasional Tesso Nilo Jadi Penyesalannya saat Menjabat Menhut
Prabowo Subianto Kerahkan Seluruh Kekuatan untuk Fokus Memulihkan 3 Provinsi Terdampak Bencana