Zulkifli Hasan Sebut Polemik Taman Nasional Tesso Nilo Jadi Penyesalannya saat Menjabat Menhut

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 2 Desember 2025 | 21:07 WIB
Eks Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ungkap penyesalannya terkait polemik Taman Nasional Tesso Nilo. (Instagram.com/@zul.hasan)
Eks Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ungkap penyesalannya terkait polemik Taman Nasional Tesso Nilo. (Instagram.com/@zul.hasan)

SENAYANPOST - Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akhirnya buka suara terkait polemik Taman Nasional Tesso Nilo.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengaku bahwa polemik Taman Nasional Tesso Nilo menjadi salah satu penyesalannya saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan.

Zulhas menegaskan bahwa Taman Nasional Tesso Nilo adalah bagian hutan yang tidak boleh dirambah.

"Ada 4 juta (hektare) sekarang, ini fakta. Kemungkinan bisa sampai 5-6 juta hektare dan ilegal," ungkap Zulkifli Hasan pada 1 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

"Sudah ada di tangan satgas, tidak ada izinnya. Sudah dirampas negara," ucapnya.

Baca Juga: Kondisi Mama Lisa Usai Tari Anak Gajah Mati Mendadak di Taman Nasional Tesso Nilo

Mengenai kasus Tesso Nilo, Zulhas mengaku menjadi salah satu penyesalannya karena tak bisa lebih cepat mengambilnya kembali ke negara.

"Kalau dikatakan mana yang saya menyesal, ya itu, selama 20 tahun kita nggak mampu menegakkan, baru Pak Prabowo ini. Makanya walaupun nunggu lama, saya hormat pada beliau," tegasnya.

"Kalau penegakan hukum itu kan ada aparat, ada kementerian, ada pemerintah desa. Artinya, ada yang nggak mau, atau masyarakatnya terlalu kuat," lanjutnya.

Oleh karena itu, dalam video wawancara bersama Harrison Ford tahun 2013, Zulhas menyebut saat itu Indonesia masih surplus demokrasi karena baru reformasi.

Baca Juga: Pawang Gajah Taman Nasional Tesso Nilo Ungkap Kondisi Mama Lisa Usai Kematian Mendadak Tari

Zulhas Sebut Ada Bagian Hutan yang Bisa Dikelola

Zulhas mengambil contoh tentang Papua yang tata ruangnya harus dikelola agar fasilitas daerah makin maju.

"Di Papua itu banyak aktivis orang Indonesia tapi lebih dari Barat, sehingga Papua menganggap Indonesia ini menjajah, mengambil hutannya, itu terus kebenciannya," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X