Imbas Erupsi di Semeru, Warga Diimbau Waspadai Tumpukan Material Vulkanik Berubah Jadi Lahar Dingin

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Sabtu, 22 November 2025 | 13:46 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait bencana erupsi pada kawasan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (X.com/@WeatherMonitor)
Menyoroti fakta terkini terkait bencana erupsi pada kawasan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (X.com/@WeatherMonitor)

SENAYANPOST - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi hingga membuat statusnya tetap berada pada Level IV (Awas). Sebelumnya diketahui, Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) meletus dahsyat pada Rabu, (19/11/25), hingga membuat warga setempat kini dievakuasi di zona aman.

Terkini, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya menegaskan pembatasan radius bahaya masih diberlakukan ketat. Hadi menyebut, masyarakat wajib menjauhi zona merah yang telah ditetapkan.

“Status masih level 4 dan rekomendasi masih di radius 8 kilometer, dan yang sektoral ke arah tenggara selatan 20 kilometer,” ujar Hadi kepada awak media di Bandung, pada Jumat, (21/11/25).

Baca Juga: Mantan Petinggi JI Ungkap Bahaya Penetrasi Intelijen dalam Radikalisasi Remaja, Tekankan Guru dan Orang Tua Perlu Dipahamkan Bahaya Radikalisme  

Kepala PVMBG itu menuturkan, zona tersebut terus dipantau dan terbuka kemungkinan untuk diperluas jika kondisi memburuk.

“Nanti ahli kami akan bekerja keras apakah 20 kilometer itu tidak perlu diperluas lagi termasuk 8 kilometer juga akan dievaluasi kembali,” tutur Hadi.

PVMBG saat ini memantau 69 gunung api aktif secara real time.

Baca Juga: Lirik Lagu Sampai Jumpa, Afgan, Ditulis Bareng 3 Penyanyi Kawakan!

Hadi menjelaskan, Semeru menjadi satu-satunya gunung yang berada pada Level IV, sementara Merapi dan Lewotobi Laki-laki berada pada Level III (Siaga).

“Harapan saya adalah tetap tenang. Teman-teman yang ada di pos Gunung Api sebagai pengamat bekerja keras karena kalau level 3 dan 4 itu setiap 6 jam menyampaikan laporan,” imbuhnya.

Di sisi lain, ancaman berikutnya bukan hanya berasal dari erupsi langsung, melainkan juga risiko turunnya banjir lahar dingin.

Baca Juga: Lirik Lagu Masa Iya? Afgan, Baru Rilis!

Waspada Lahar Dingin Imbas Erupsi Semeru

Tingginya curah hujan selama 2 hari terakhir memicu kekhawatiran mengenai lahar dingin yang terbentuk dari tumpukan material vulkanik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X