SENAYANPOST - Program Menu Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu meningkatkan kesehatan siswa, kini menjadi sorotan setelah ratusan anak di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan massal.
Tercatat sebanyak 346 siswa jatuh sakit sejak Senin hingga Selasa (22-23/9/25). Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari mual, muntah, hingga diare.
Sebagian besar ditangani di Puskesmas Cipongkor, namun puluhan siswa yang kondisinya lebih serius harus dirujuk ke RSUD Cililin.
Baca Juga: RI Gagas Protokol Jakarta di BRICS, Perjuangkan Keadilan Royalti Musik Digital Negara Berkembang
Hingga Selasa pagi, jumlah korban masih terus bertambah. Kondisi ini memunculkan keresahan di kalangan orang tua.
Banyak di antara mereka yang terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk menjaga anak di fasilitas kesehatan.
“Sakit hati melihat kondisi anak seperti ini, tidak apa-apa saya tidak bekerja (-red),” ungkap salah seorang wali murid yang anaknya ikut dirawat.
Baca Juga: CBA Desak Kemenkeu–Peruri Transparan Soal Mesin Cetak Uang, Imbas Dugaan Mahar Khusus Kaesang
Kasus ini langsung mendapat perhatian pemerintah daerah. Dinas Kesehatan KBB bersama BPOM dan pihak kepolisian sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG. Sementara itu, distribusi program MBG di wilayah Cipongkor untuk sementara dihentikan hingga hasil investigasi keluar.
Program MBG yang digagas pemerintah daerah sejatinya bertujuan untuk mendukung gizi seimbang bagi siswa. Namun, kejadian keracunan massal ini memunculkan pertanyaan soal standar keamanan pangan dalam pelaksanaannya. ***
Artikel Terkait
Ada Target Percepatan 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG di Tahun 2025 Sesuai Instruksi Prabowo, Kemenkeu: Kita Siagakan Rp171 Triliun
DPR Soroti Bahan Tempat Makan MBG, Desak BGN dan BPOM Buat Standar Keamanan
Kadin Indonesia dan Kadin China Sepakat Kerjasama Dukung Program MBG, Target Bangun 1.000 Dapur Bergizi
MBG Jadi Program Prioritas tapi Penyerapan Anggaran Kecil, Menkeu Purbaya Minta BGN Rutin Laporan ke Publik
Heboh Surat Persetujuan Bila Anak Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab Orang Tua, Ni Luh Djelantik Desak Revisi Anggaran