Akademisi Sorot Jatah APBN untuk IKN: Duit Habis, Pembangunan Dikerjakan BUMN

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 6 November 2025 | 21:06 WIB
Akademisi Sulfikar Amin sorot proyek IKN yang bersumber dari APBN dan pembangunannya dikerjakan oleh BUMN. (Instagram.com/@ikn_id)
Akademisi Sulfikar Amin sorot proyek IKN yang bersumber dari APBN dan pembangunannya dikerjakan oleh BUMN. (Instagram.com/@ikn_id)

SENAYANPOST - Selain proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah menjadi perbincangan di publik.

Dua proyek yang dimulai pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu telah menelan biaya ratusan triliun.

Akademisi Indonesia yang kini menjadi dosen di NTU Singapura, Sulfikar Amir, menyebut bahwa Whoosh sudah menghabiskan anggaran Rp118 triliun dan IKN sekitar Rp122 hingga Rp125 triliun.

Untuk pembangunan IKN, Sulfikar menyatakan bahwa otoritas di 3 tahun pertama ada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Dicap Kota Hantu, Akademisi Ungkap Dua Isu Utama IKN Jadi Sorotan Media Asing

"Mereka punya otoritas penuh menentukan siapa yang membangun, siapa yang mendesain, dan sebagainya. Ini semua wilayahnya Kementerian PUPR," kata Sulfikar Amir dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 6 November 2025.

"Waktu itu, Otorita IKN sudah terbentuk, tapi belum diberi otoritas, masih administrasi," imbuhnya.

Pembangunan IKN dengan Pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha

IKN dibangun dengan salah skema pembiayaan yang dilakukan adalah Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) selain dengan APBN dan Investasi Swasta Murni.

Menurut Sulfikar, pemilihan KPBU sebagai pembiayaan pembangunan IKN karena kondisi finansial pemerintah yang juga terbatas.

Baca Juga: Ray Rangkuti Sebut Whoosh dan IKN Proyek Ikonik Jokowi Sedang Dikuliti Masyarakat

"KPBU itu untuk wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), di mana mereka (pemerintah) ingin keterlibatan dan partisipasi dari pihak swasta dalam pembangunan kawasan inti," jelasnya.

"Ini yang disebut sebagai investasi. Baru satu kan, yang bangun hotel itu," imbuhnya merujuk pada konsorsium Aguan cs.

Jatah APBN untuk IKN Sudah Habis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Bambang Widjojanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X