Mahfud MD Ingatkan KPK, Ada Pihak Lain yang Seharusnya Dipanggil Terkait Dugaan Mark Up Whoosh

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:07 WIB
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD siap dipanggil KPK terkait dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh yang santer akhir-akhir ini. (Tangkapan layar Mahfud MD Official)
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD siap dipanggil KPK terkait dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh yang santer akhir-akhir ini. (Tangkapan layar Mahfud MD Official)

SENAYANPOST - Mahfud MD menyatakan kesediaannya jika dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Whoosh.

Whoosh saat ini memang tengah jadi sorotan, tak hanya soal utang Rp116 triliun tetapi juga adanya dugaan mark up atau penggelembungan anggaran pada proyek Kereta Cepat (KCJB) dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Mengenai dugaan mark up tersebut, Mahfud mengatakan dirinya siap untuk memberi keterangan pada KPK, namun ia kembali menegaskan untuk tidak akan melaporkan dugaan tersebut secara resmi.

"Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya suruh laporan, ngapain? Buang-buang waktu," ucap Mahfud kepada awak media di Yogyakarta pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Baca Juga: Wariskan Whoosh dengan Lilitan Utang Ratusan Triliun, Jokowi: Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba

Pernyataan soal Mark Up Whoosh Sudah Ramai Lebih Dulu

Mantan Menko Polhukam itu kemudian menyatakan bahwa mark up proyek Whoosh sudah gaduh lebih dulu, bahkan sebelum pernyataan darinya.

"Yang saya laporkan tuh KPK sudah tahu. Kenapa? Karena sebelum saya ngomong, udah ramai duluan kan. Saya ngomong karena sudah ramai aja," kata mantan Hakim Mahkamah Konstitusi itu.

Menurutnya, pihak yang seharusnya dipanggil oleh lembaga antirasuah itu adalah mereka yang menyebutya lebih dulu.

"Mestinya KPK manggil orang yang ngomong sebelumnya, kan banyak banget yang punya data dan pelaku. Saya kan pencatat aja," tambahnya.

Baca Juga: Kontrak RI-China Ihwal Pengadaan Whoosh Tuai Sorotan, Mahfud MD Sebut Anggota DPR Disebut Tak Tahu Isinya

Setuju Ada Langkah Negosiasi dengan China

Mengenai upaya negosiasi dengan China, Mahfud memberi dukungan karena menurutnya, itu adalah solusi yang bisa dilakukan.

"Memang harus dinegosiasikan. Mau apa kalau sudah begini, nggak bisa bayar, nggak punya uang ya negosiasikan. Jalannya tuh dinegosiasi, silakan aja," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X