Terpisah, pemikiran Matthew Sharpe dalam karya bukunya berjudul "Stoicism, Bullying, and Beyond (2022)" mengingatkan pentingnya kekuatan batin dalam menghadapi situasi perundungan.
"Jika hukum berperan menegakkan keadilan dari luar, maka Stoisisme menawarkan kekuatan dari dalam," tulis Matthew Sharpe.
Prinsip ini memberi pesan, cara menghadapi bullying tidak cukup dengan penindakan, tetapi juga dengan membangun ketahanan moral dan empati sosial.
Selain itu, korban perlu didukung untuk memulihkan rasa percaya diri, sementara pelaku harus diberi ruang refleksi agar memahami dampak perbuatannya.
Pada akhirnya, kasus Timothy bukan sekadar catatan duka, melainkan peringatan keras tentang budaya kekerasan sosial yang harus diakhiri, terkhusus di dunia pendidikan.***
Artikel Terkait
Reaksi Menohok Deddy Corbuzier soal Timothy Ronald yang Diduga Remehkan Kepintaran Orang Ngegym
Di Balik Kasus Perundungan Timothy Anugerah: Ada Kenangan dari Sahabat yang Kini Hanya Tersisa Duka Mendalam
INDONESIA'S GOLDEN LEGACY IN PALESTINIAN HISTORY
Prabowo: Bangsa Indonesia Terlalu Baik hingga Mudah Dibohongi, Tegaskan Pemimpin Tak Boleh Lugu
Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi