SENAYANPOST – Keluarga Besar Abiturien Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Muhammaidyah Yogyakarta (KABAMMMA) pada Kamis 27 Februari 2025 menggelar diskusi online bertema Pemimpin; Antara Idealisme dan Pragmatisme dengan pemateri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr HM Busyro Muqoddas SH MHum.
Pada diskusi tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia 2010 – 2011 ini mengungkapkan salah satu beban para akademisi di berbagai perguruan tinggi adalah keharusan penulisan riset dan jurnal sehingga tidak sedikit yang menjadi syarat kenaikan pangkat atau remunerasi.
“Salah satu berhala kampus itu adalah scopus,” ungkapnya.
Perkembangan dunia akademik dengan beban administrasi yang terlalu menumpuk untuk para akademisi, sehingga tidak sedikit yang menggunakan jasa joki.
“Fenomena doktor dan profesor yang dibantu oleh para joki, ada yang terungkap, ada banyak yang belum terungkap,” jelasnya.
Padahal ilmu pengetahuan adalah bagian yang tidak terpisahkan dan keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Maka, ilmu pengetahuan harus didapat dengan sungguh-sungguh dan dengan kebebasan yang berlandaskan akhlakul karimah, sehingga tidak terjadi feodalisme ilmu pengetahuan.
“Inna akramakum ‘inda Allahi Atqakum adalah ayat yang melarang adanya feodalisme ilmu pengetahuan,” jelasnya.