“Satu hari sebelum momen itu, saya sudah cari Gas Melon sampai ke beberapa wilayah kecamatan, tidak ketemu," lanjut Effendi.
Effendi pun mengaku ingin mengeluhkan kepada sang Menteri ESDM karena sangat membutuhkan gas untuk memasak di rumahnya.
"Pada dasarnya prinsip seorang manusia itu butuh kehidupan dan ketenangan. Pada saat itu, semua masyarakat ingin mencari Gas Melon, gas ini salah satu alat untuk masak," terang Effendi.
"Kalau gas tidak ada, walaupun beras ada, tidak bisa masak juga. Walaupun harga semurah apapun, kalau gasnya tidak ada, tetap tidak bisa masak," tambahnya.
Baca Juga: Kasus Pulau Rempang, Menteri Bahlil Lahadalia Ungkap Ada Negara yang Tak Senang
Effendi menuturkan detik-detik saat dirinya mengetahui informasi ketersediaan Gas Melon di daerah rumahnya.
"Malam hari, saya mendapatkan info ada ketersediaan gas, saya buru-buru mengambil 2 tabung gas," tuturnya.
Kemudian, warga asal Banten itu mendatangi agen resmi atau pangkalan Gas Melon yang memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Saya datangi agen resmi, pangkalan, dengan syarat harus memberikan fotokopi KTP," sebut Effendi.
Baca Juga: Mulai 1 Februari 2025, Gas Elpiji 3 Kg Tidak Dijual di Pengecer
"Kondisi malam hari, sedang hujan. Dari mana saya harus mendapatkan fotokopi KTP. Saya harus cari dulu malam itu. Akhirnya saya dapat fotokopi, bisa dapat gas. Itu syarat yang rumit hanya demi mendapatkan Gas Melon untuk masak," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Effendi menceritakan kronologi dirinya melakukan protes kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Effendi menyebut pada keesokan harinya setelah dirinya dapat Gas Melon dari pangkalan resmi, warga asal Banten itu bertekad menemui Menteri Bahlil.
"Keesokan harinya, saya mendapatkan telepon dari teman. 'Pak Efendi hari ini datang menteri' di Tangerang Kota, saya jawab siap bertemu menteri (Bahlil)," ucapnya.
Kemudian, Effendi mengaku sengaja menarik perhatian warga sekitar untuk memberinya jalan agar dapat mendekat ke sang Menteri ESDM itu.
Artikel Terkait
Qatar dan China Sepakat Buat 18 Unit Kapal Tanker Gas Cair Raksana
Ditemukan 75 Tahun Lalu, Sumur Gas Ras Sadr di UEA Mulai Dieksploitasi
Muluskan Transformasi Kepemimpinan Nasional, Prabowo Beri Arahan Para Calon Wamen agar Tancap Gas Kerja Maksimal
Mulai 1 Februari 2025, Gas Elpiji 3 Kg Tidak Dijual di Pengecer
Prabowo Instruksikan ESDM Aktifkan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg, Ini Kata Menteri Bahlil Lahadalia
Menteri Bahlil Minta Maaf Warga Harus Antre Beli Gas LPG 3 Kg hingga Timbul Korban Jiwa