SENAYANPOST – Rina Saadah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengungkapkan potensi besar Indonesia untuk swasembada pangan.
Akan tetapi hal tersebut belum bisa terlaksana optiman, salah satu alasannya karena Indonesia masih bergantung pada impor.
“Ini ironis. Negara agraris tapi kenapa masih impor terus? Indonesia mempunyai semua syarat untuk mencapai target swasembada pangan,” ujar Rina Saadah.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi Mandor, Seorang Pekerja Sub-Kontrak PT Panca Putra Sesama Alami Kecelakaan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menargetkan swasembada pangan.
Hal itu dinilai Rina Saadah sebagai langkah yang tepat.
“Ini bukan kebijakan muluk-muluk tapi langkah strategis untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional,” katanya.
Baginya, langkah swasembada pangan harus dikawal dan dipersipakan dengan matang.
“Kita harus kawal agar program ini berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian hingga menyiapkan petani agar dapat beradaptasi dengan program swasembada pangan,” katanya lagi.
Dari sisi anggarannya misalnya tahun ini pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp139,4 triliun dari APBN untuk mencapai swasembada pangan.
Baca Juga: Tidak Kenal Letih, Dubes Palestina Galang Dukungan dan Solidaritas untuk Palestina
“Anggaran Rp139,4 dalam setahun ini cukup besar untuk modal tahapan realisasi swasembada pangan hingga dua tahun kedeapan,” katanya.
Pada tahun 2025, pasokan beras Indonesia bisa terpenuhi karena ada stok beras dari tahun 2024.
Artikel Terkait
Diklaim Masih Pro Rakyat, Presiden Prabowo Jelaskan tentang PPN 12%
Momen Gagah Presiden Prabowo Sapa Masyarakat di Malam Tahun Baru Naik Maung Garuda
Presiden Prabowo akan Hapus Utang Sekitar 1 Juta Pelaku UMKM Totalnya Rp 14 T
Pesan dari Siswa SD pada Kertas yang Kena Minyak untuk Presiden Prabowo
Yuk Kenali Virus HMPV yang Ternyata Sudah Masuk di Indonesia dan Menyerang Anak-anak