SENAYANPOST – Perkembangan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina terus memburuk akibat serangan Israeli Defense Force (IDF), walaupun Pemerintah Israel dan Hamas tengah melakukan negosiasi gencatan senjata di Qatar. Otoritas Palestina terus menggalang dukungan Dunia Internasional untuk menekan Israel agar segera menghentikan serangan atas warga sipil.
Kedutaan Palestina di Indonesia pada Rabu, 8 Januari 2025 mengadakan acara deklarasi Dukungan dan Solidaritas untuk Palestina mengundang tokoh di antaranya Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) Mardani Ali Sera dan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Ahrul Tsani Fathurrahman serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), insan media dan sejumlah kadet Palestina yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Duta Besar Palestina Dr Zuhair Al Syun menegaskan bahwa salah satu tujuan dari peperangan yang masih berlangsung adalah ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk terus berkuasa serta menutupi kasus-kasus korupsinya, dengan mengorbankan rakyat Palestina yang tidak berdosa.
“Tujuan Israel jelas, yakni melemahkan dan melelahkan rakyat Palestina, untuk menghancurkan semangat perlawanan rakyat Palestina, dan untuk merebut sumber daya dan tanah Palestina. Tema utama agresi ini adalah penghancuran, pembunuhan, dan pemindahan, yang membawa penderitaan kemanusiaan, ekonomi, dan sosial yang besar bagi warga Palestina di Gaza dan Palestina secara keseluruhan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Ahrul Tsani Fathurrahman mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia akan menggalang dukungan Dunia Internasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
" Kami akan terus mendorong kolaborasi internasional yang mendukung terciptanya negara Palestina yang merdeka dengan kedaulatan penuh . Dukungan Indonesia untuk Palestina adalah komitmen bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat umum," ungkapnya. (Muqoddas).