SENAYANPOST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi soal wacana mundur dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi.
Sebagaimana diketahui, Pusat Data Nasional Sementara 2 atau PDNS 2 diserang ransomware hingga akhirnya memunculkan wacana tersebut.
Insiden serangan siber tersebut membuat masyarakat jengah dan meminta Menkominfo Budi Arie untuk mengundurkan diri.
Baca Juga: Prof AM Hendropriyono Ungkap Keunggulan Sekolah Muhammadiyah
Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengevaluasi kejadian tersebut.
"Semuanya sudah dievaluasi," kata Jokowi pada 4 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Setelah insiden tersebut, Jokowi juga mengimbau kepada instansi milik pemerintah untuk memiliki back up data.
Baca Juga: AM Hendropriyono Ingatkan Kembali Pentingnya Angkatan Ke 4 dalam TNI untuk Indonesia
"Di back up semua data nasional kita, sehingga kalau ada kejadian, kita tidak terkaget-kaget," lanjutnya.
Hal tersebut disampaikan Jokowi pada kunjungannya ke Karawang untuk meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik asal Korea Selatan.
Desakan mundur dari masyarakat juga terlihat dari adanya petisi yang disuarakan oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) sejak 26 Juni 2024.
Baca Juga: Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Sambangi BSSN Usai Serangan Ransomware PDNS 2
Petisi itu berjudul 'PDNS Kena Ransomware, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi Harus Mundur!'.
Diketahui, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 23.662 netizen.***
Artikel Terkait
Layanan Perbankan BSI Diduga Terkena Ransomware, Pakar IT Sarankan Hal Ini untuk Pencegahan
Heboh Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber hingga Diminta Tebusan Fantastis, Kominfo: Kita Terus Bekerja Sekarang
Buntut Serangan Ransomware PDNS 2, Jokowi Panggil BPKP untuk Audit
8 Langkah Mitigasi Serangan Ransomware
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Sambangi BSSN Usai Serangan Ransomware PDNS 2