Buntut Kecelakaan Maut di Ciater, Yayasan Panggil Panitia Study Tour SMK Lingga Kencana Depok

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 13 Mei 2024 | 13:17 WIB
Yayasan memanggil panitia study tour SMK Lingga Kencana Depok buntut kecelakaan maut di Ciater, Subang belum lama ini. (Instagram.com/@knkt_ri)
Yayasan memanggil panitia study tour SMK Lingga Kencana Depok buntut kecelakaan maut di Ciater, Subang belum lama ini. (Instagram.com/@knkt_ri)

SENAYANPOST - Yayasan Kesejahteraan Sosial yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok memanggil panitia study tour buntut dari kecelakaan maut yang menimpa siswanya di Ciater, Subang.

Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Sosial, Deddy Ahmad Mustofa mengatakan bahwa panitia study tour SMK Lingga Kencana Depok itu terdiri dari para guru.

Para guru yang menjadi panitia study tour SMK Lingga Kencana Depok akan dimintai keterangan terkait insiden kecelakaan yang terjadi di Ciater, Subang belum lama ini.

Tidak hanya itu, yayasan juga akan memanggil PO bus yang terlibat dalam study tour tersebut.

"Terkait kendaraan kita akan panggil panitia pelaksana, termasuk travelnya," kata Deddy Ahmad Mustofa pada 12 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Keluarga Korban Kecelakaan Ciater Buka Suara soal Kondisi Bus yang Ditumpangi Rombongan SMK Lingga Kencana Depok

"Panitianya pihak guru-guru," tambahnya.

Deddy mengungkapkan bahwa siswa yang mengikuti study tour tersebut sebagian besar sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

Sementara itu, ada yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit karena luka ringan dan berat.

Saat ini, para guru yang terlibat dalam study tour tersebut belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma.

"Anak-anak yang sudah pulang pun kayaknya masih trauma. Guru-guru yang ikut pun datang bukan cerita tetapi mengeluarkan air mata," lanjutnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Magic Hour dari JKT48: Dari Balik Ruang Rahasia, Berbisik Memori yang Pedih

Oleh karena itu, yayasan akan menunggu sampai memungkinkan untuk dimintai keterangan atau kesaksian.

"Sekarang menunggu tenang dulu," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X