SENAYANPOST - Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr Sarbini Abdul Murad menyampaikan bahwa tim medis yang dikirim dari Indonesia telah tiba di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam prosesnya, MER-C bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan lembaga lainnya untuk bisa mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza.
Sarbini menerangkan bahwa tim medis MER-C Indonesia telah tiba di Jalur Gaza pada Senin, 18 Maret 2024 sore hari.
"Kami berkolaborasi dengan WHO, jadi tim MER-C bersama dengan WHO bareng-bareng di bawah tim kita bersama-sama menuju ke Jalur Gaza," kata Sarbini Abdul Murad pada 19 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari YouTube MER-C Indonesia.
Baca Juga: Fatah Kritik Hamas soal Operasi Militer Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 di Gaza
Sarbini berharap kerja sama antara MER-C Indonesia dan WHO akan terus berlanjut.
"Oleh karena itu, kerja sama ini akan berkelanjutan antara MER-C dan pihak WHO," tambahnya.
Pihaknya juga mengupayakan berbagai jalur agar bisa mengirimkan tim relawan utamanya tim medis ke Jalur Gaza.
"Jadi kita mengupayakan berbagai jalur, usaha agar kita bisa membantu warga Gaza," ujarnya.
Dengan berkoordinasi dengan WHO, tim medis yang diberangkatkan dari Indonesia ini tidak menunggu terlalu lama di Kairo, Mesir.
Baca Juga: Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah
"Maka ini adalah waktu yang sangat tepat sehingga kita tidak lama menunggu di Kairo, terutama koordinasi dengan WHO agar bisa masuk ke Gaza," ungkapnya.
Tim medis tersebut tiba di Jalur Gaza pada sore hari atau sekitar malam hari waktu Indonesia.
Lebih lanjut, tim medis yang dikirim terdiri dari dokter dan perawat.
Artikel Terkait
Benarkah RS Indonesia di Gaza Diduduki Tentara Israel? Ini Penjelasan MER-C
MER-C Kirim Surat Terbuka ke WHO Usai RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara IDF
Hamas Bantah Klaim Al Arabiya soal Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel
Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah
Fatah Kritik Hamas soal Operasi Militer Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 di Gaza