Diketahui, untuk mendapat izin dari Mesir, Indonesia terlebih dahulu menunggu selama kurang lebih tiga bulan lamanya.
"Kita harus mengerti bahwa di sana sedang berkecamuk perang besar, kita harus melihat tekanan-tekanan pemerintah di sekitar situ (Palestina)," ungkapnya.
Terkait pemerintah Mesir yang belum memberikan izin operasi kapal rumah sakit, Prabowo menjelaskan bahwa mereka khawatir warga Gaza akan keluar dari Palestina.
"Mereka khawatir bahwa nanti rakyat Gaza akan diusir dan akhirnya menyebrang ke Mesir, dan akhirnya penduduk Palestina diusir lagi," terangnya.
Baca Juga: Gagasan Kemerdekaan Palestina Mantan Kepala BIN dan Mantan Wakil Kepala BIN Dimuat Koran Mesir
"Mereka khawatir nanti kapal kita nanti jadi tempat pelarian para pengungsi," imbuhnya.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan pihaknya sedang bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait untuk membuka rumah sakit lapangan di Gaza.
Sebagaimana diketahui, layanan kesehatan di sana hampir kolaps karena dibombardir terus-menerus oleh Israel.
Ia berharap Indonesia bisa membangun rumah sakit lapangan di sana untuk membantu warga Palestina.
"Nah sekarang kita sedang negosiasi untuk mendirikan rumah sakit lapangan, tentu ini harus negosiasi sama semua pihak yang ada di situ," jelasnya.***
Artikel Terkait
Update KRI dr Radjiman Wedyodiningrat untuk Misi Kemanusiaan di Gaza, Sudah Berangkat ke Palestina?
Rencana KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Buka RS Lapangan di Gaza, Ini Kata Pengamat Singapura
KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Siap Berlayar ke Gaza, Kasal: Tinggal Tunggu Izin Mesir
100 Hari Agresi Israel ke Gaza, Abu Ubaidah Sebut Kelompok Perlawanan Bakal Perluas Operasi Badai Al Aqsa
Akhirnya Berangkat! KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Antar Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina