PILPRES DALAM PERSPEKTIF DIALEKTIKA HEGELIAN CUM-TARJIH

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 4 Januari 2024 | 11:49 WIB
Ini Jadwal dan Tema Debat Capres-Cawapres 2024 Terlengkap, Catat Sekarang! (Istimewa)
Ini Jadwal dan Tema Debat Capres-Cawapres 2024 Terlengkap, Catat Sekarang! (Istimewa)

Lalu bagaimana publik menyikapi politik? Suara publik ada pada sikapnya dalam memilih Capres-Cawapres dengan menggunakan pendekatan tarjih, yaitu menyeleksi berbagai dalil-dalil yang ada untuk memilih dan menetapkan dalil yang dianggap paling kuat. Dalil itu bisa dalam bentuk realitas, bukti kerja, pandangan, prilaku politik, program dan rekam jejak.

Bukti kerja dan rekam jejak yang dinilai publik selain Capres-Cawapres, juga King Maker yang ada di belakangnya. Publik sudah menilai bahwa di belakang AMIN ada King Maker Surya Paloh, di belakang PAGI ada King Maker Jokowi, dan di belakang GAMA ada King Maker Megawati. Sehingga yang dijadikan dalil bukti kerja dan rekam jejak King Maker menjadi acuan seleksi mana yang kuat dan terbukti dan mana yang lemah.

King Maker Surya Paloh belum terbukti, lantaran tidak pernah menjadi Presiden atau pejabat public yang dapat dinilai rekam jejak kinerjanya sebagai dalil yang dapat diseleksi. Megawati sukses menjadi ketua partai PDIP dan menjadikan partainya sebagai pemenang, sedangkan pejabat publik yang pernah didudukinya adalah Wakil Presiden dan Presiden menggantikan Gus Dur yang dilengserkan di tengah jalan.

Sedangkan rekam jejak Jokowi di mata publik terang beneran, di antaranya yaitu: dana desa, BPJS Kesehatan, infrastruktur merata bukan hanya Jawa Sentris melainkan di seluruh pulau luar Jawa, perbaikan transportasi kereta komersial lintas propinsi, kereta cepat, bandara baru, pelabuhan baru, IKN (Ibu Kota Nusantara), beasiswa LPDP, bantuan tunai untuk masyarakat miskin dengan Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Sehat, Hari Santri Nasional (HSN), BLK (Balai Latihan Kerja) dan rusunawa pesantren, Undang-Undang Pesantren, hilirisasi yakni tidak menjual barang mentah ke luar dengan tujuan menarik investor luar membangun pabrik di Indonesia untuk mengolah bahan mentah, transfer knowledge dan menyerap lapangan kerja, demi menjaga kepentingan nasional Jokowi berani menghadapi gugatan WTO, memperkuat ideologi Pancasila dan Islam moderat/wasatiyat dengan membubarkan ormas-ormas yang ingin mengubah ideologi bangsa dan menghalalkan kekerasan atasnama agama, sukses dengan gemilang menjadi tuan rumah dalam berbagai event internasional (Asian Games, G20, KTT ASEAN), pembangunan waduk, energi baru seperti PLTA (air), PLTS (surya), PLTB (bayu/angin), pembangunan BTS sampai ke pelosok dan daerah se-Indonesia, sertifikasi dan redistribusi tanah, penyerahan tanah adat, dalam bidang wisata pembangunan sirkuit moto GP Mandalika, penyelenggaraan formula air di Toba, kawasan wisata di Labuan Bajo, penanganan covid menjadi titik penting dan sangat sukses diakui oleh dunia, dan masih banyak lagi yang lain.

Bagi Masyarakat pada umumnya dalil yang paling kuat untuk menjatuhkan pilihan Pilpres adalah bukti nyata, dilihat dan dirasakan secara seksama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X