Prajurit ABRI di Timor Leste dalam Pertempuran, Perang dan Damai

photo author
AM Hendropriyono, Senayan Post
- Rabu, 27 September 2023 | 10:15 WIB
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

Kemampuan prajurit ABRI tersebut karena hubungan pribadi mereka yang selalu baik sebagai sesama manusia dengan masyarakat Timor Leste, dan tidak pernah membenci musuhnya walaupun dalam suasana perang.

Baca Juga: Khalifah Baru ISIS Unjuk Gigi di Suriah, 23 Prajurit Tentara Suriah Tewas

Musuh atau teman ABRI dalam peperangan senantiasa ditentukan oleh negara, sehingga setelah propinsi Timor Timur merdeka menjadi negara Timor Leste kembali, hubungan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Falintil tetap akrab.

Selain Kiki Syahnakri dan para perwira lain juga saya ingat antara lain Johannes Suryo Prabowo, yang pada masa lalu dengan pangkat Letnan satu dikenal sebagai prajurit yang cemerlang di medan tempur, pada 20 Mei 2002 dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI muncul kembali di Republik Timor Leste sebagai Komandan Satuan Tugas Pengamanan Presiden Republik Indonesia, untuk menghadiri upacara kemerdekaan negara tersebut di Tasi Tolu.

Saling tukar informasi terjalin baik dengan BIN (Badan Intelijen Negara) yang saya pimpin, sehingga tugas pengamanannya juga berhasil dengan gemilang.

Sebagai Kepala BIN saya sendiri telah mendahului rombongan Kepala Negara RI dua minggu sebelumnya, sehingga mempunyai waktu yang cukup lama untuk saling berinteraksi dengan jajaran intelijen negara tersebut bahkan langsung berhubungan dengan Presidennya yang pertama Kay Rala Xanana Gusmao.

Baca Juga: Spoiler Tambahan One Piece 1083: Fakta Baru Kematian Cobra Nefertari hingga Sosok Prajurit Suci Mirip Shanks

Kami juga bekerjasama untuk membangun kembali makam pahlawan Republik Indonesia SEROJA yang berdekatan dengan makam Santa Cruz mereka, sebagai simbul penghargan yang abadi kepada para pahlawan bangsa kita meskipun perang telah selesai.

Pada upacara Hari Jadi ke 47 Falintil tahun 2022 Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta menganugerahi bintang tertinggi Ordem de Timor Leste kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Demikian pula kepada saya yang pernah saling bertempur beberapakali dengan tentara gerilya Failintil di Laklubar, Aitara dan Soibada dalam era 1976-1978.

Penulis merupakan Ketua Senat Dewan Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara.

Guru Besar Emeritus Universitas Pertahanan RI.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X