"Kedua, puasa anggota badan, yaitu ada enam. Imam Al Ghazali menyebutkan ini adalah puasanya para wali," terangnya.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi Berdekatan dengan Bulan Suci Ramadhan, Ini Harapan Pj DKI Jakarta
Mulai dari mulut, mata, telinga, hingga kaki.
"Puasa lisan dari berbohong, ghibah dan fitnah. Puasa hidung mencium wangi perempuan yang bukan mahram," jelasnya.
"Puasa mata, tidak melihat yang haram karena itu merupakan anak panah iblis," tambahnya.
Baca Juga: Bulan Ramadhan Semakin Dekat, Ini Tata Cara Ziarah Kubur dan Tuntunan Doanya
"Puasa telinga mendengar apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala haramkan," katanya.
"Puasa tangan tidak berbuat lalim. Puasa kaki tidak berjalan menuju yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala haramkan," lanjutnya.
Terakhir, puasa dengan derajat khusus yang biasa dilakukan oleh para wali.
Baca Juga: Deretan Skincare yang Dibutuhkan saat Ramadhan, Mulai dari Cleanser hingga Lipstick!
"Ketiga adalah derajat khusus, yaitu puasanya para wali, yaitu puasa hati," ujarnya.
"Imam Al Ghazali mengatakan bahwa puasa hati dari ketertutupan dari mengingat Allah walau sebentar agar tidak menjadi orang yang lalai," kata Syaikh Dr Hisyam Al Kamil mengenai hakikat puasa.***