khazanah

Neo-Sundanisme: Proyek Peradaban Dedi Mulyadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:50 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus ratusan siswa keracunan massal imbas program MBG di Kabupaten Bandung Barat. (Instagram @dedimulyadi71)

Tantangan terbesarnya kini berhadapan dengan Generasi Z dan Alpha yang tumbuh dalam ruang digital tanpa batas—generasi yang paling rentan terpapar krisis mental seperti yang dialami Logan Hailey. Bagi mereka, budaya tidak bisa lagi ditawarkan lewat festival atau simbol pakaian semata. Kebudayaan harus diterjemahkan ke dalam bahasa yang mereka pahami: literasi lingkungan, inovasi sosial, ruang aman bagi kesehatan mental, dan kepemimpinan yang autentik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Neo-Sundanisme bukanlah seberapa banyak orang memakai iket kepala atau fasih berbahasa Sunda. Ukurannya adalah apakah nilai-nilai kearifan tersebut mampu melahirkan masyarakat yang lebih berintegritas, lebih peduli pada alam, dan lebih percaya diri menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jiwanya. Sebab, peradaban sejati tidak dibangun oleh kecanggihan simbol dan mesin, melainkan oleh nilai-nilai kebijaksanaan yang hidup dalam tindakan sehari-hari.

Halaman:

Tags

Terkini

Neo-Sundanisme: Proyek Peradaban Dedi Mulyadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:50 WIB

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB