khazanah

Elegi Sayid Imam Ali Khamenei dan Seribu Mawar Halveti

Selasa, 7 Juli 2026 | 10:13 WIB
Cendhy Vicky - Peneliti INDEPTH

Oleh Cendhy Vicky V

(Manager Riset Institute For Diplomacy, Economic, Peace and Thought-INDEPTH)

Kematian tragis sekaligus mengagetkan Februari dari Imam Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Republik Iran) dan keluarga, tentu menjadi pukulan keras. Tidaknya untuk rakyat Iran tapi juga bagi seluruh umat manusia yang masih memiliki akal dan nurani. Bagaimana tidak, seorang figur yang dengan profil yang sangat sederhana, bahkan sepatu sandalnya pun sudah tidak cukup elok dipandang untuk seorang figur dunia, harus meregang nyawa dalam sekejap mata. Teheran yang saat itu tenang. Seketika mencekam. Senjata udara jatuh berhamburan. Rumah porak poranda. Nyawa berpisah dari raga bersama dengan keluarga tercinta. Sayid Imam Ali Khamenei gugur dalam kesyahidan.

Tak ada kalimat sastra dan puitis yang mampu mengartikualasikan palung duka yang begitu dalam. Bukan hanya rakyat Iran, Umat Islam dan manusia yang berbudi luhur, pasti hancur lebur. Setelah masa berkabung yang kurang lebih empat bulan, kini prosesi pemakamannya diprediksi dihadiri oleh lima belas hingga dua puluh juta pelayat. Dan ratusan juta mata menyaksikan prosesi, plus kedatangan puluhan utusan negara sabahat. Ini jelas prosesi pemakaman paling menggetarkan. Melampaui kematian figur penting di abad 21 seperti Ratu Elizabeth II atau seniman paling kreatif sekondang Michael Jackson. Luar biasa!

Prosesi kematian yang direncanakan berlangsung dari Teheran ke Qum adalah sebuah momento mori long march paling luar biasa dahsyat. Aspal hitam yang menyambungkan dua kota tersebut menjadi saksi pagelaran dzikir akbar paling duka sekaligus paling politis di dunia sepanjang sejarah! Hari mungkin cerah atau terik. Tapi imaji, batin, pandangan mata dan visi manusia seketika berhenti: hitam gelap.

Tapi juga kematian Imam Ali Khamenei tentunya juga menjadi idaman untuk menutup akhir hayat bagi semua Umat Islam di dunia, yakni wafat dalam keadaan syahid (wafat membela jalan suci yang benar). Dimana membela nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa berpegang teguh pada ketaqwaan adalah wujud ihsan paling tertinggi melampaui semua latar belakang identitas. Hanya orang dengan keimanan tak tergoyahkan yang mampu  dan melepaskan energi dengan seluar-biasa itu.

Imam Ali Khamenei adalah tapal batas imaji manusia politik paling ekstra ordinary. Sebagai manusia yang melampaui dari banyaknya dinamika dan konflik. melampaui baik dalam artian terminologis dan harfiah. Melampaui dari konflik politik, ekonomi (terutama embargo ekonomi dari negara AS dan sekutu, dan sosial (terutama konflik di jazirah Arab). Sekaligus selamat dalam arti banyaknya percobaan pembunuhan. Delapan miliar manusia, mungkin masih sangat beruntung bisa melihat figur Imam Ali Khamenei. Meski hanya dari layar kaca dan sekilas diakhir masa hayatnya.   

Jika boleh dikatakan Imam Ali Khamenei adalah salah satu dari sangat sedikit figur yang paripurna. Keteladanannya yang langka dan sikapnya yang orisinil membuatnya jelas sebagai figur politik paling diperhitungkan di era transisi abad. Geo politik telah berubah. Mazhab politik bergeser dari klasik ke modern. Ekonomi bertransformasi dari industri ke AI. Teknologi berganti dari analog ke digital. Tetapi pikirannya selalu melampaui atau minimal menjembatani semua zaman.

Mawar Hitam

Pemakamannya yang tinggal menghitung hari. Tetapi memori, kenangan, pelajaran untuk manusia: abadi. Tak ada satu bunga yang layak menyelimuti tanah pemakamannya selain Mawar Hitam Halveti. Mawar hitam yang hanya tumbuh di Kota Halveti, Turki.

Mawar Halveti adalah simbolisasi paling cocok, untuk bagaimana makam Imam Ali Khamanei kita lukiskan pada imaji paling terbaik. beberapa alasan. Pertama bahwa tak ada warna duka yang tepat selain warna hitam pekat. Kedua Mawar Halveti memiliki persamaan dalam simbolisme warna dengan warna hitam yang khas warna pakaian publik Syiah dan rakyat Iran. Ketiga Mawar Halveti adalah gambaran dari kedukaan yang paling mendalam dan sekaligus kebangkitan (mekarnya bunga) secara simultan. Persis seperti analogi penggalan Al-Qur’an dalam Surat Al-Insyirah ayat 5-6. “Inna ma‘al-‘usri yusrâ. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” Terjemahan paling umum dari yat tersebut mencatat bahwa dengan kesulitan dibarengi dengan bersama atau beserta.

Kematian Imam Ali Khamenei adalah luka dan obat perlawanan yang akan paling diingat, dipelajari, dipahami, dan dimaknai rakyat Persia modern itu. Kematiannya adalah peristiwa yang telah disandingkan dengan perjuangan dan wafatnya Imam Khomaeni, Tragedi Husain di Karbala; dan tumbangnya Imam Ali bin Abi Thalib. Kedukaan dan kebangkitan yang bersamaan itu adalah dua elemen yang akan paling membentuk memori kolektif rakyat Iran. Dan sejarah akan menuntut mekarnya mawar semangat rakyat Iran.

Keempat, dalam mitologi rakyat Halveti, Mawar Hitam itu memiliki makna simbolis lainnya, tentu selain penggambaran duka paling dalam, yakni pengorbanan, kesetiaan abadi dan misteri. Persis sekali seperti kisan Imam Ali Khamenei. Dirinya dan keluarga yang turut wafat, telah menjadi martir bagi kebangkitan publik Iran. Dan tidak hanya itu kebangkitan dari kewarasan global.

Hal ini senada dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, usai  Amerika Serikat (AS) menghancurkan beberapa infrastuktur Iran. Ia menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur fisik seperti jembatan dapat diperbaiki, namun momen untuk mendisiplinkan AS dipandang sebagai kesempatan yang langka.

Halaman:

Tags

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB